TANPA disadari kala itu bumi sedang mengalami masa sulit. Kelaparan, wabah penyakit dan ditandai dengan banyaknya bintang berekor berjatuhan di sudut langit. Situasinya sangat
ARTIKEL • KOLOM • ESAI
“Kumpi Bukit” Pegayaman, Pembabat Hutan Gege Angker, “Sitindih” Raja Buleleng
KITA bayangkan. Kita merawang ke masa silam. Empat ratus tahun lalu. Pada tahun 1648 M. Ketika alam Buleleng masih bernama Den Bukit. Masa di
Subak Pegayaman dalam Sejarah Sistem Irigasi di Bali (2-Habis)
KEBERAGAMAN budaya yang ada di Bali juga mempengaruhi subak. Keberadaan subak sesuai dengan budaya di mana subak itu berkembang. Termasuk yang sifatnya dilandasi agama.
Subak Pegayaman dalam Sejarah Sistem Irigasi di Bali (1)
HAMPARAN sawah nan hijau. Pepohonan yang rimbun. Bukit menjulang. Air bergemericik di lembah-lembah yang seakan dihempaskan dengan gemulai oleh sejumlah air terjun. Kicauan burung
Pencak Belebet Pegayaman, Andalan Laskar Goak Muslim Kerajaan I Gusti Anglurah Panji Sakti
PERJALANAN umur Desa Pegayaman sedemikian panjang. Sudah cukup tua. Kini (2022) desa ini sudah berusia empat abad. Muncul sejak tahun 1648 M. Namun, perjalanan
Loloan Tempo Doeloe, Cikal Bakal Kota Negara, Kabupaten Jembrana
LOLOAN tempo doeloe merupakan cikal bakal kota Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Geliat kota Negara tempoe doeloe ada di Jalan Raja. Sekarang jalan lapangan tenis
Ragam Seni Bela Diri yang Berkembang di Desa Pegayaman
ORANG Pegayaman memang sudah dikenal sebagai laskar tentara Kerajaan Buleleng. Rekrutmennya dimulai sejak Raja I Gusti Anglurah Panji Sakti memimpin Kerajaan Buleleng. Sebagai laskar
Padangbulia-Pegayaman, Keharmonisan yang Bertahan Berabad-abad
KAMIS, 21 Juli 2022. Hari itu bisa dikatakan sebagai sebuah pembuktian sejarah yang sangat panjang berlangsung di antara dua desa, yaitu Desa Padangbulia dan
Adat Ziarah Kubur di Desa Pegayaman
DI Desa Pegayaman, sepanjang penulis ingat dan lihat di lapangan, masyarakat dianjurkan untuk berziarah kubur, baik untuk menziarahi kumpi-nya, kakeknya, orangtuanya, saudaranya dan atau
Sejarah “Ngotek” di Loloan
DI tahun 1980-an, tepatnya tahun 1983, saat itu penulis baru masuk kelas 4 SD. Pada saat Ramadhan tiba, maka sekolah libur selama satu bulan










