* Djohermansyah Djohan PUTUSAN Mahkamah Konstitusi (MK) pada 6 Oktober 2026 menyisakan persoalan yang tak bisa diselesaikan hanya dengan mengetuk palu. Dalam sengketa
ARTIKEL • KOLOM • ESAI
Krisis BBM di Bali: Mendesaknya Evaluasi Distribusi dan Pasokan
Oleh Fauzi Hariri KRISIS bahan bakar minyak (BBM) di Bali kembali menjadi persoalan serius ketika masyarakat kesulitan mendapatkan bensin di sejumlah wilayah. Antrean panjang
Penyuluh Agama Penggerak Kemenag Berdampak
* Oleh Lewa Karma ADA satu kekuatan Kementerian Agama yang paling dekat dengan denyut kehidupan Masyarakat. Akan tetapi, belum sepeuhnya ditempatkan secara proporsional
Menyiapkan Remaja, Menguatkan Keluarga dan Masa Depan Bangsa
* Oleh Lewa Karma PERNIKAHAN bukan sekadar peristiwa mengucapkan akad, tetapi keputusan besar untuk membangun kehidupan bersama. Di dalamnya terdapat tanggung jawab agama,
Menelisik Fenomena “Deep-state”
* Oleh Djohermansyah Djohan PRESIDEN Prabowo Subianto menyebut adanya birokrat yang tidak patuh, tidak tersentuh, dan menguasai institusi karena telah bekerja puluhan tahun, sementara
Jangan Paksa Daerah Otonom Berutang
* Oleh Djohermansyah Djohan OBLIGASI daerah kembali menjadi perbincangan setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi sekitar Rp 5 triliun untuk membiayai
Cahaya Al-Qur’an Untuk Harmoni Mewujudkan Indonesia Maju, Adil dan Makmur
* Oleh Lewa Karma AL-QUR’AN adalah petunjuk bagi orang yang beriman sekaligus semua umat manusia. Setiap yang berakal dan beriman akan menempatkan wahyu
Jabatan Habis, Jangan Cari Pintu Belakang
* Djohermansyah Djohan MASA jabatan habis, mestinya seorang pemimpin bersiap meninggalkan jabatan dengan kepala tegak. Namun sejumlah kepala desa yang tergabung dalam kelompok
Evaluasi MBG: dari Sentralisasi ke Desentralisasi
*) Oleh Djohermansyah Djohan PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) lahir dari niat yang baik. Tidak ada yang menolak negara hadir untuk memastikan anak-anak
Uneg-Uneg Kepala Daerah
Oleh Djohermansyah Djohan ADA letupan kegelisahan bahkan kemarahan yang mulai terdengar dari daerah. Uneg-uneg itu tidak lagi ditutupi, tapi disampaikan terbuka dengan bahasa










