Cahaya Al-Qur’an Untuk Harmoni Mewujudkan Indonesia Maju, Adil dan Makmur

* Oleh Lewa Karma

 

AL-QUR’AN adalah petunjuk bagi orang yang beriman sekaligus semua umat manusia. Setiap yang berakal dan beriman akan menempatkan wahyu Ilahi sebagai jalan untuk berproses menuju keridhaan Allah Ta’ala.

Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI merupakan wasilah bagi bangsa Indonesia untuk mentadabburi dan melakukan napak tilas risalah dan sejarah peradaban.

Al-Qur’an telah menjadi cahaya yang menerangi semesta dan makhluk di dalamnya. Dengan demikian keberadaannya adalah sumber cahaya, inspirasi, motivasi manusia untuk dekat, tunduk dan menjadi takwa kepada Rabb-nya.

Indonesia yang merupakan negara yang berdasarkan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa mengambil sumber inspirasi dari Al-Qur’an menempatkan nilai pengajaran, pengharapan dan pengamalannya untuk kebaikan hidup di dunia dan akhirat. Sehingga setiap 2 tahun sekali Indonesia bersuka cita menghemat MTQ sebagai wujud nyata menghidupkan lentera iman, takwa dan peradaban.

Indonesia yang memiliki hamparan ribuan pulau dan kekayaan alam. Sekaligus rumah besar bagi 280 juta jiwa dengan ratusan suku, bahasa, dan keyakinan yang hidup berdampingan. MTQ XXXI di Semarang ini adalah bukti nyata dari wajah Indonesia itu yang menghadirkan ruang perjumpaan umat Islam di seluruh penjuru negeri.

Ada yang datang dari Bali sampai Papua, dari pesisir sampai pegunungan, di sinilah terjalin ukhuwah dan energi kebersamaan. Dan di atas semua itu, Al-Qur’an menjadi kompas moral yang menuntun kita agar perbedaan tidak menjadi jurang, melainkan jembatan menuju peradaban.

Kerap kali dalam ruang publik kita terjebak pada satu sisi koin saja. Pemberitaan lebih senang menyorot bencana alam seperti banjir, kebakaran hutan, gunung meletus, kekeringan atau kemarau panjang yang menguji ketahanan pangan. Jika hanya itu yang kita lihat, maka wajar jika muncul pesimisme. Padahal paradigma yang seimbang menuntut kita melihat secara utuh wajah dengan Indonesia.

Sementara World Giving Index menempatkan Indonesia di barisan depan sebagai negara paling dermawan di dunia. Di saat krisis, kita berbagi. Di saat susah, kita gotong royong. Secara ekonomi, Indonesia juga mencatat pertumbuhan tertinggi di antara negara G20 dan Asia Tenggara, melampaui Arab Saudi dan Turki sesama negara mayoritas Muslim.

Ditambah lagi, survei internasional menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara paling toleran. Ini bukan kebetulan. Hal Ini merupakan modal sosial yang kuat, di mana perbedaan suku, agama, dan bahasa menjadi simpul perekat bangsa.

Peletakan momentum MTQ sebagai rutinitas 2 tahunan oleh LPTQ bersama Kementerian Agama dimaksudkan untuk menjaga harmoni ke dalam dan ke luar. Negara yang kuat adalah ketika mampu mentransmisikan nilai Ketuhanan, religiusitas dalam mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab.

Nilainya juga harus mempersatukan Indonesia menjadi bangsa yang menempatkan nilai musyawarah mufakat sebagai jalan tengah atas setiap keputusan besar bangsa demi wujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Nilai Al-Qur’an harus dapat mengalami setiap umat Islam untuk terus menyalakan kebaikan, kebenaran dan nilai keadilan sosial, sehingga setiap umat. Islam yang hadir di Indonesia menjadi solusi yang menyejukkan.

Al-Qur’an harus memberikan dampak positif dalam menumbuhkan peradaban dalam pembangunan moral di saat banyak problem generasi muda terkait kehidupan yang semakin tergeser ke arah kiri.

Dengan menyemaikan nilai Al-Qur’an kita berharap negara ini menjadi lebih sejuk dalam menanggapi persoalan sosial, politik dan ekonomi, sehingga kehidupan bernegara menjadi tentram dan saling mengasihi.

Melalui MTQ ini perlombaan bukanlah tujuan utama, tetapi penjagaan atas nilai, cahaya mulia Al-Qur’an harus memberi dampak bagai semua sendi kehidupan masyarakat, pemerintah dan negara. Lomba dan seleksi atas kegiatan MTQ tujuan akhirnya adalah mendekatkan Al-Qur’an kepada umat Islam, sehingga setiap nilai yang dibaca maupun yang dipelajari bisa dipahami dan dihayati dengan benar agar bisa diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat untuk menumbuhkan potret Islam Rahmatan Lil alamin.

Semoga MTQ XXXI mampu membawa, menebar dan memendarkan cahaya harmoni Al-Qur’an menuju Indonesia yang adil, makmur, sejahtera dan berkeadaban. []

*) Penulis adalah Kabid Bimas Islam Kemenag Provinsi Bali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *