ORANG Pegayaman memang sudah dikenal sebagai laskar tentara Kerajaan Buleleng. Rekrutmennya dimulai sejak Raja I Gusti Anglurah Panji Sakti memimpin Kerajaan Buleleng. Sebagai laskar
ARTIKEL • KOLOM • ESAI
Padangbulia-Pegayaman, Keharmonisan yang Bertahan Berabad-abad
KAMIS, 21 Juli 2022. Hari itu bisa dikatakan sebagai sebuah pembuktian sejarah yang sangat panjang berlangsung di antara dua desa, yaitu Desa Padangbulia dan
Adat Ziarah Kubur di Desa Pegayaman
DI Desa Pegayaman, sepanjang penulis ingat dan lihat di lapangan, masyarakat dianjurkan untuk berziarah kubur, baik untuk menziarahi kumpi-nya, kakeknya, orangtuanya, saudaranya dan atau
Sejarah “Ngotek” di Loloan
DI tahun 1980-an, tepatnya tahun 1983, saat itu penulis baru masuk kelas 4 SD. Pada saat Ramadhan tiba, maka sekolah libur selama satu bulan
Tradisi-tradisi Ramadhan Khas Desa Muslim Pegayaman Bali
Pengantar : DESA Muslim Pegayaman di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali memang kaya dengan tradisi. Tiap momen ada tradisi khasnya. Di bulan Rabiulawal, misalnya,
“Agama Menganjurkan Kita untuk Berkaca Lebih Banyak”
Catatan Nyepi Firli Bahuri SAHABAT, saya ingin menambahkan sedikit catatan agar pada setiap hari raya besar yang diperingati oleh agama-agama besar di negara kita,
Menjaga Kearifan Lokal Tradisi Peringatan Isra Mi’raj di Pegayaman
PERINGATAN peristiwa yang sangat luar biasa, yakni malam Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Desa Pegayaman, selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat dari semua kalangan.
“Blueprint” Ki Barak Panji Sakti Tahun 1611
KISAH keberadaan Desa Pegayaman tidak bisa dilepaskan dari sebuah konsep yang sudah ada dari semenjak tahun 1611. Hal ini terungkap dari sebuah kisah yang
Akulturasi Budaya dengan ‘Bahasa Ibu’ di Desa Pegayaman
DESA Pegayaman sudah ada sejak tahun 1648 M. Ketika Raja Kerajaan Buleleng, I Gusti Ngurah Panji Sakti, merekrut 100 orang laskar muslim dari Blambangan,
Sejarah Masuknya Islam di Kabupaten Jembrana (Periode 2)
PERIODE kedua penyebaran agama Islam di wilayah Jembrana dimulai pada tahun 1669 dengan kedatangan secara bertahap lima ulama besar ke Jembrana untuk berdakwah menyampaikan










