Konsep KOPI BALI dari Ulama Dr. KHRS Fathur Rahim Ahmad, M.Pd.I

  • Kota Pendidikan Islam Bali di Desa Banyubiru Negara

PAGI itu penulis disambut ramah dengan senyum khas yang berwibawa Dr. KHRS. Fathur Rahim Ahmad, M.Pd. Beliau mempersilahkan penulis masuk dengan menjawab salam sebelumnya.

Sebuah konsep yang cukup menarik dan brillian dipaparkan secara detail dan lugas dengan singkatan nama yang memberikan nuansa yang cukup ikonik, yaitu KOPI Bali, sebuah kepanjangan dari “Kota Pendidikan Islam Bali”.

Sebagai pencetus ide KOPI Bali, Dr. KHRS Fathur Rahim Ahmad, M.Pd. memaparkan master plan KOPI Bali kepada penulis dengan cukup detail. Kawasan Desa Banyubiru dan Kaliakah, yang cukup strategis dilalui kendaraan umum jalur Gilimanuk – Denpasar mempunyai potensi yang signifikan terhadap program KOPI Bali.

Salah satu program pendidikan tinggi sudah diajukan proposal Permohonan Penegerian Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Jembrana untuk menjadi IAIN Kholil Bisri. Tinggal menunggu keputusan dari Kemenag. SK penegerian Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Jembrana menjadi IAIN Kholil Bisri, yang rencananya akan menempati kawasan tanah seluas 1 hektar dengan pengembangan hingga 30 hektar di masa mendatang. Kampus ini nantinya akan menampung mahasiswa maupun mahasiswi  untuk mengenyam pendidikan tinggi berbasis Islam.

Kawasan Ponpes Nuris yang berdekatan dengan Masjid Agung Al Ikhlas (MAI) yang sedang dalam renovasi dengan halaman parkir yang cukup luas, dimasa depan akan dilengkapi dengan sarana yang disebut SHOIM (Sholat, Oleh-Oleh, Istirahat, Makan), sehingga dapat menampung wisatawan religi yang lewat selama ini. Serta di bagian depan Ponres akan dibangun sebuah Wisma Wali yang akan menampung istirahat para peziarah Wali Pitu ke Bali.

KOPI Bali, nantinya menjadi sebuah kawasan terintegrasi dengan mengembangkan ekonomi berjamaah. Hasil produk dari masyarakat sekitar akan dikemas dalam produk oleh-oleh dengan nama KOPI Bali, sehingga dapat serta memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat Desa Banyubiru dan sekitarnya.

Mengenal lebih dekat kesederhanaan dari sosok tokoh ulama penggagas KOPI Bali, yaitu Dr. KHRS Fathur Rahim Ahmad, M.Pd. yang sebenarnya telah mengawali dengan mengembangkan Ponpes Nurul Ikhlas Banyubiru sebagai kawasan para santri untuk menimba ilmu agama.

Hal ini dapat terlihat sejak pertama ide KOPI Bali mulai dirintis oleh Dr. KHRS Fathur Rahim Ahmad, M.Pd.I dengan mendirikan Ponpes Nuris pada tahun 2000 silam. Peletakan batu pertama dilakukan oleh Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Ibu Hj. Khofifah Indar Parawansa) saat itu. Waktunya bertepatan dengan pertemuan pimpinan pondok pesantren se-Propinsi Bali.

Ponpes Nuris ini berada di bawah naungan Yayasan Madani yang menaungi 5 pontren antara lain Manba’ul Ulum, Darut Ta’lim, Riyadush Sholihin, Darul Ulum dan Nuris. Juga memiliki lembaga pendidikan mulai dari tingkat RA, MI, MTs, MA, dan PT Madrasah Diniyah Ula, Wustho, dan Ulya. Serta ada lembaga koppontren, poskestren, LM3, dan bengkel elektro. Peserta didiknya sebanyak 2.352 dan yang mondok di Pontren Nuris berjumlah 326 santri.

Sementara pendidikan formalnya, yakni RA, MI, MTs, MA, PT, PKBM, mengelola Paket A, B dan C, Madrasah Diniyyah, Ula, Wustho dan Ulya. Pendidikan non-formalnya, yakni pengajian bakda Subuh, pengajian bakda Maghrib. Sedangkan fasilitas lainnya berupa koperasi pondok pesantren, guest house, warung santri, musholla dan masjid, gedung serba guna, tempat bermain dan bersosialisasi, lab bahasa, lab komputer, dan perpustakaan. Kegiatan ekstrakurikulernya antara lain tahsin, qiroah, tahfizh, dan khot Al Qur an, bahasa Arab dan Inggris, Qiroatul kutub dan khitobah, Pramuka, peternakan, perikanan dan pertanian, silat, dan komputer. (y)

Ket foto: Penulis bersama Dr. KHRS Fathur Rahim Ahmad, M.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *