MELIHAT sebuah sekaa atau grup kesenian, akan memberikan gambaran pada usia sebuah desa dimana sekaa atau grup kesenian tersebut berkembang. Semakin klasik sekaa tersebut
ARTIKEL • KOLOM • ESAI
Pengobatan Tradisional ala Pegayaman
UNTUK urusan kesehatan, sejak dahulu sebelum adanya Puskesmas, warga Pegayaman sudah terbiasa berobat dengan mendatangi balian (para ahli pengobat tradisional Pegayaman). Di Desa Pegayaman,
“Santun”, Antara Tradisi dan Mitos
KOTA Negara dibelah sebuah sungai Ijogading. Mengarungi belahan sungai dari hulu sampai ke hilir, akan melewati dua perkampungan masyarakat Bugis yang telah bertempat tinggal sejak
Ragam Kuliner Khas Desa Pegayaman, Buleleng, Bali
PERKEMBANGAN penduduk Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali sudah mencapai empat abad. Dinamikanya sangat terasa dari zaman ke zaman. Termasuk dinamika dunia kulinernya.
Panji Landung, dan Makna Filosofi Sumpah Ki Barak Panji Sakti
RASA bangga dan takzim, itulah yang akan muncul ketika kita paham pada apa yang telah diukir oleh Raja Buleleng, I Gusti Anglurah Panji Sakti
Kumpi Bukit Sitindih, Panglima Kerajaan Panji Sakti
SABTU, 22 Oktober 2022. Hari dan tanggal ini menjadi hari dan tanggal yang sangat cantik. Demikian diungkapkan oleh AA Parwata Panji, di kediaman beliau,
Girah Kebangsaan dan Kebersamaan Prof. Azyumardi Azra
Oleh KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU NAHDLATUL Ulama turut berduka dan merasa kehilangan atas wafatnya Prof. Dr. Azyumardi Azra pada Ahad, 18
Ulang Tahun Emas SMP Maulana, Pengabdian Panjang Mendidik Anak-anak Pegayaman
TANGGAL 30 September 2022 nanti, SMP Maulana Pegayaman berulang tahun ke-50. Artinya, lembaga pendidikan ini sudah memasuki usia emasnya. Sebuah pengabdian yang lumayan panjang.
Menarik Waktu, Loloan dalam Lintas Zaman
TANPA disadari kala itu bumi sedang mengalami masa sulit. Kelaparan, wabah penyakit dan ditandai dengan banyaknya bintang berekor berjatuhan di sudut langit. Situasinya sangat
“Kumpi Bukit” Pegayaman, Pembabat Hutan Gege Angker, “Sitindih” Raja Buleleng
KITA bayangkan. Kita merawang ke masa silam. Empat ratus tahun lalu. Pada tahun 1648 M. Ketika alam Buleleng masih bernama Den Bukit. Masa di










