Perkelahian Dua Anak di Bawah Umur Diselesaikan secara Keluargaan

Video Perkelahian Tersebut Sempat Diedarkan di Medsos

BULELENG – Setelah melakukan penyelidikan secara intensif, akhirnya Sat Reskrim Polres Buleleng menemukan anak-anak yang berkelahi dalam video yang beredar di media sosial (medsos). Karena melibatkan anak-anak kasus perkelahian tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP I Gede Sumarjaya, SH, Selasa (4/1/2022), menjelaskan, dalam penyelidikan yang dipimpin Kasar Reskrim Polres Buleleng, AKP Yogie Pramagita, ditemukan lokasi perkelahian yakni di Jl. Melati, di depan Kantor PDAM Buleleng. Waktunya hari Sabtu, 1 Januari 2021 pukul 15.30 Wita.

“Dua orang yang terlihat berkelahi di dalam video tersebut ternyata masih anak-anak. Yang satunya menggunakan baju hitam umur 15 tahun berasal dari kota Singaraja. Ia seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama negeri di salah satu sekolah pendidikan yang ada di Singaraja. Sedangkan yang satunya lagi menggunakan baju putih umur 15 tahun, juga dari kota Singaraja. Ia juga masih anak-anak dan duduk di bangku kelas 1 salah satu sekolah menengah kejuruan yang ada di kota Singaraja,” jelas AKP Sumarjaya.

Dikatakan, video yang beredar tersebut direkam oleh salah satu teman yang berkelahi dalam video yang menggunakan baju hitam. Perekam tersebut dipanggil dengan nama panggilan Budik (18). Budik merekam dengan menggunakan HP Iphone 7 dengan durasi 30 detik. Selesai merekam, ia langsung me-share ke group teman-teman tempat tinggalnya.

Menurut AKP Sumarjaya, dari hasil penyelidikan yang dilakukan, sebelum kejadian, anak yang menggunakan baju putih melewati salah satu jalan di lingkungan Tegal Mawar. Waktu itu ia bertemu dengan anak yang memakai baju hitam yang kemudian memanggil anak yang berbaju putih. Namun panggilan anak yang berbaju hitam itu tidak dihiraukan dan anak berbaju putih terus berjalan.

Selanjutnya, kata Kasi Humas Polres Buleleng yang baru naik pangkat menjadi AKP ini, pada 31 Desember 2021, pada malam hari, anak yang menggunakan baju hitam menghubungi anak yang memakai baju putih melalui WhatsApp. Kata-kata dalam chatnya yakni ”E, Cing Bodo, Ngengken Cai Ngechat Kabak Ake”. Dari percakapan tersebut, anak yang menggunakan baju hitam mengajak anak yang baju putih untuk bertemu di depan PDAM Buleleng. Anak yang berbaju hitam sepakat. Setelah mereka bertemu, terjadilah perkelahian tersebut dan direkam oleh Budik dan juga menyebarkan video tersebut.

“Mengingat kedua orang yang berkelahi dan yang ada di video tersebut adalah anak-anak, maka terhadap kejadian tersebut telah dilakukan penyelesaian dengan kekeluargaan dengan melibatkan kedua belah pihak lainnya. Kedua anak tersebut berjanji untuk tidak melakukann perbuatannya lagi,” tandas AKP Sumarjaya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *