Bergerak Bersama, Menginovasi Warga Banjar Jenah Peduli Lingkungan

LINGKUNGAN harus selalu dirawat. Alam harus selalu dijaga. Sumber daya air harus selalu tersedia dan bersih. Untuk merawat lingkungan, untuk menjaga alam, perlu gerakan bersama. Dan gerakan bersama itulah yang dilakukan warga Banjar Jenah, Desa Peguyangan Kangin, Denpasar.  

Gerakan bersama itu dilakukan saat aksi bersih sungai dan mengangkat endapan lumpur di Sungai Mangkalan, Banjar Jenah, Desa Peguyangan Kangin, Denpasar, Minggu (1/5/2022).

Sungai Mangkalan yang berlokasi di Lingkungan Desa Adat Jenah dan dibawah naungan Subak Lungatad Denpasar mengalami pendangkalan dan saat musim hujan menyebabkan air sungai meluap ke jalan.

Gerakan bersama itu dilakukan warga Banjar Jenah, bersama perangkat Desa Peguyangan Kangin, Komunitas Peduli Sungai Denpasar, Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera (KBS) Provinsi Bali, PUPR Kota Denpasar, Bendesa Adat Jenah, Kadus serta Pekaseh Subak Lungatad.

Pembina Komunitas Peduli Sungai Denpasar dan Penggerak Tim Gila Selingkuh (Giat Lestarikan Alam Selamatkan Lingkungan Hidup), I Gusti Rai Ari Temaja, mengapresiasi giat pasukan masyarakat Jenah yang sangat antusias mengonservasi sumber air yang ada, yaitu Subak Lungatad.

Penggerak Komunitas Gila Selingkuh, I Gusti Rai Ari Temaja, menyampaikan, program tersebut mendapat support dari Tim KBS Provinsi Bali. “Mudah-mudah ini tidak sekadar program, melainkan mampu menggerakan masyarakat seutuhnya. Yang jelas kita berharap sebuah berkelanjutan dan menjadi sebuah nilai. Bukan sebuah program yang diwacanakan, melainkan mampu menginovasi masyarakat untuk selalu peduli dengan lingkungan, terutama sumber daya yang ada di Jenah ini,” ujar Gung Nik, sapaan akrabnya.

Sebagai pembina di Komunitas Peduli Sungai Denpasar, Gung Nik mengapresiasi pergerakan masyarakat Jenah yang sangat luar biasa tersebut. “Jujur saja tiang ndak mengira, memang tiang yang mengarahkan,” katanya.

Menurutnya, yang ini harus direspons oleh atasan-atasan yang punya kewenangan. Apa yang sudah luar biasa yang dicontohkan Subak Lungatad yang ada di selatan bisa menginspirasi yang lain. Harapan kedepan dari Penggerak Tukad Bindu ini, yaitu penyadaran terhadap masyarakat. Karena masih ada masyarakat yang menggunakan sungai sebagai objek/alat transportasi yang paling mudah membuang sampah dan limbah.

Alat transportasi dimaksud adalah membuang sampah/limbah dengan tidak membayar dan mengantar sampah sampai ke tujuan yang mengakibatkan suatu kebencanaan. Pada intinya pihaknya ingin masyarakat peduli dengan keadaan di sekitar, kedepan  mampu mengangkat potensi yang ada di Jenah, lalu ada pemberdayaan masyarakat.

“Ini sebenarnya sangat luar biasa. Kalau mampu menggerakkan ini. Kedepannya bisa dibuatkan suatu jogging track dan menggali potensi dari nama Jenah itu sendiri untuk dibuatkan suatu destinasi desa wisata, sehingga terjadilah penyelamatan alam itu sendiri,” ungkap Gung Nik.

Sementara Penggerak Msyarakat Jenah, Ngakan Purna Astawa, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam, apresiasi dari masyarakat, Tim Gila Selingkuh, Tim KBS Provinsi Bali sudah ikut serta berpartisipasi dan bergotong royong membersihkan bantaran sungai Mangkalan tersebut.

Kedepannya, untuk pemanfaatan sepadan Sungai Mangkalan yang bernaung dibawah Subak Lungatad, masyarakat Banjar Jenah menginginkan suatu perubahan, yaitu perubahan dengan memanfaatkan lahan yang ada untuk dijadikan destinasi desa wisata. (Putra Agustina, Banjar Jenah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *