BULELENG – Untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat yang lama didera pandemi, Buleleng menggelar Angkringan Festival. Tiga musisi papan atas Bali, Lolot, Rajawali Ingkar Janji dan Joni Agung & Double T, akan memeriahkan festival yang akan digelar di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, 10 – 12 Juni 2022 ini.
“Ini momentum kebangkitan ekonomi Buleleng, kebangkitan dunia musik, dan kebangkitan angkringan,” kata Kadis Kominfosanti Buleleng, Ketut Suwarmawan, saat memberikan keterangan pers bersama Kadis Pariwisata Gede Dody Sukma Oktiva Askara, Kadis Kebudayaan Nyoman Wisandika, dan Panitia Angkringan Festival I Putu Dedy Yastika dan Gde Kurniawan, Kamis (9/6/2022).
Menurut Ketua Panitia Festival Angkringan, I Putu Dedy Yastika, Angkringan Festival 2022 berlangsung selama 3 hari, 10-12 Juni 2022, Jumat, Sabtu, Minggu. “Angkringan Festival ini merupakan bagian dari pemulihan ekonomi yang ada di Buleleng,” ujarnya.
Dikatakan, sebanyak 10 pemilik angkringan akan ikut ambil bagian dalam festival ini. Sebenarnya banyak yang ingin bergabung. Namun, karena tempat terbatas dan baru pertama dilaksanakan, jadi ‘siapa yang cepat dia yang dapat’. Ia berharap, Festival Angkringan bisa dilaksanakan di tahun-tahun ke depan dengan melibatkan lebih banyak angkringan.
Putu Dedy menjelaskan, tidak ada tema khusus yang disuguhkan angkringan dalam festival ini. Yang jelas, kata dia, masing-masing angkringan di Buleleng sudah brand masing-masing, baik kopi, arak, dan juga makanannya.
Ia juga menjelaskan, dalam Festival Angkringan juga akan dimeriahkan bintang tamu yang merupakan grup band papan atas Bali. Yakni Lolot, Rajawali Ingkar Janji dan Joni Agung & Double T. Bintang tamu ini akan berkolaborasi dengan musisi-musisi lokal Buleleng.
“Di Buleleng ini banyak genre-genre musik yang berbeda. Itu juga kami tampilkan. Bukan kami menonjolkan bintang tamu, tapi kami perlu bintang tamu sebagai daya tarik,” ujar Putu Dedy dari Melor Bali Production ini.
Selain itu, kata dia, Festival Angkringan 2022 juga akan dimeriahkan senam Zumba, dan aerobik. Juga ada komunitas Tamiya Singaraja yang memeriahkan suasana festival dengan menggelar lomba tamiya. “Ada kompetisi tamiya selama tiga hari yang pesertanya dari seluruh Bali,” tambahnya.
Sementara panitia lainnya, Gde Kurniawan, mengatakan, Angkringan Festival tersebut merupakan langkah awal dengan spirit kolaborasi. “Kami dari musisi, dari angkringan dan pemerintah berkolaborasi mengadakan event ini. Tujuannya untuk menstabilkan lagi perekonomian di Buleleng,” ujarnya.
Ia berharap, ke depannya, festival ini menjadi calendar of event di Buleleng. “Tahun-tahun mendatang bisa diadakan lagi dengan kualitas yang lebih baik,” harap Kurniawan.
Sementara Kadis Pariwisata, Dody Sukma Oktiva Askara, mengaku sangat gembira dengan digelarnya Angkringan Festival ini. “Kita harus membangkitkan perekonomian masyarakat. Angkringan Festival ini untuk memulihkan perekonomian masyarakat Buleleng. Ini merupakan langkah maju bagi sektor kuliner dan musik. Kedua sektor ini harus terus berkolaborasi. Dari Buleleng barat sampai timur. Terus bersinergi,” katanya.
Apalagi, kata dia, nantinya dimeriahkan dengan tamiya yang mendatangkan peserta dari luar Buleleng. “Tentu akan banyak orang yang datang ke Buleleng. Tentu ini akan membangkitkan ekonomi Buleleng, akan ada perputaran uang di sini,” tandasnya.
Kadis Kebudayaan Buleleng, Nyoman Wisandika, juga mengatakan, Festival Angkringan merupakan permulaan untuk pemulihan ekonomi di Buleleng. “Tentu ini starting point yang sangat baik, dan tentu ini harus dikembangkan lebih lanjut. Diadakan tiap tahun, dengan tema berbeda,” katanya.
Menurutnya, pihaknya bersama dinas-dinas yang lain terus akan berkolaborasi untuk mendukung festival angkringan ini. “Dengan harapan semoga ekonomi semakin cepat membaik,” harap Wisandika.
Kadis Kominfosanti, Ketut Suwarmawan, mengatakan, ada tiga dinas yang mendukung Festival Angkringan, yakni Dinas Kominfosanti, Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata. Dikatakan, Buleleng saat ini berada pada PPKM level 1, sehingga banyak kelonggaran-kelonggaran.
“Namun kami dari Satgas tetap meminta panitia untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Suwarmawan, yang juga Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Covid-19 Buleleng ini. (bs)

