BULELENG – Memadukan seni melukis karikatur dan kebahagiaan suasana suatu pernikahan. Itulah yang dilakukan seniman wedding caricature, I Wayan Tama. Para undangan suatu resepsi pernikahan (wedding) tak hanya merasakan kebahagiaan menyaksikan pasangan penganten dan keluarganya bahagia, namun juga merasakan senang mendapat hadiah karikatur tentang dirinya.
Berbagai respon biasanya ditunjukkan tamu undangan pernikahan (pawiwahan) ketika lukisan karikatur dirinya selesai dibuat. Namun, sebagian besar mereka tertawa. Menertawakan dirinya sendiri.
“Saya puas kalau mereka tertawa ketika ditunjukkan karikatur wajahnya. Dia menertawakan dirinya sendiri. Di sana berarti saya berhasil,” kata I Wayan Tama, Entertain Caricaturist, saat ditemui di acara resepsi pernikahan I Made Sukamara dan Istacy Rosree Octivany Robin (putri wartawan senior Putu Edi Robin), Jumat (29/7/2022), di Pulau Komodo Gang Rembulan, Banyuning, Singaraja.

Pada acara resepsi pernikahan Sukamara-Ista tersebut, I Wayan Tama melukis karikatur tamu secara live di lokasi. Mulai dari Bupati Buleleng, I Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Buleleng.
Sejumlah wartawan juga tak luput dari goresan tangannya. Sebut saja Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Buleleng, Made Winingsih, wartawan senior yang juga sastrawan Made Adnyana Ole, serta sejumlah wartawan lainnya. Kasi Humas Polres Buleleng, AKP I Gede Sumarjaya dan istri bahkan dibuatkan karikatur berpasangan.

I Wayan Tama hanya butuh beberapa menit untuk membuat karikatur setiap tamu pernikahan. Dengan cekatan ia, menggoreskan pensil dan kuasnya di atas kertas putih. Dan jadilah karikaturnya.
Dan semua yang melihat karikatur wajah dirinya, secara spontan tertawa. Menertawakan karikatur dirinya. Mungkin hatinya geli atau perasaannya bertanya “Benarkah ini aku?”
I Wayan Tama mengaku menggeluti seni karikatur secara otodidak sejak 2008. Ia membuka studio di rumahnya di Kawasan Jalan Gatot Subroto (Gatsu) I Denpasar, dengan bendera “Bali Karikatur”.

Menurutnya, biasanya ia melayani untuk melukis karikatur di acara pernikahan dengan tarif per jam. Namun, ia tidak menyebutkan berapa tarif per jam-nya.
Nyoman Tama mengaku senang bisa berpartisipasi di acara wedding Sukamara-Ista. Respon dan reaksi para tamu yang dijadikan model karikaturnya juga sangat antusias dan mengapresiasi karyanya.
“Semoga seni karikatur semakin dikenal masyarakat umum. Dan virusnya semakin membius penikmat seni dari kalangan milenial,” tandasnya. (bs)
Foto-foto : istimewa

