Lomba Gerak Jalan KONI Buleleng 2022, Suporter Dilarang Gunakan Kendaraan Knalpot Brong

BULELENG – Panitia lomba gerak jalan serangkaian HUT ke-77 RI menegaskan kembali kepada seluruh peserta untuk menaati seluruh aturan yang berlaku. Salah satunya larangan penggunaan kendaraan berknalpot brong oleh suporter masing-masing regu gerak jalan. Panitia akan menindak tegas dan menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Buleleng untuk ditindak secara hukum, jika ditemukan pelanggaran.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Lomba Gerak Jalan KONI Buleleng 2022, Putu Nova Anita Putra, saat pelaksanaan Technical Meeting (TM) yang dihadiri perwakilan peserta lomba, juri dan panitia, Jumat (29/7/2022) di GOR Bhuana Patra. Selain akan berurusan dengan polisi, penggunaan kendaraan berknalpot brong oleh suporter juga dapat mengurangi point regu yang didukung. 

“Tadi kami juga dengan tegas mengingatkan kembali kepada seluruh peserta soal kendaraan knalpot brong. Apalagi suporter yang bersangkutan sampai mengganggu barisan lain. Ini agar menjadi perhatian bersama untuk kelancaran kegiatan,” ucap Nova, yang juga Wakil Ketua III KONI Buleleng ini.
 
Selain itu, dalam pelaksanaan lomba gerak jalan yang akan dimulai pada tanggal 8, 9, 10, 11 dan 13 Agustus 2022, akan dikawal penuh oleh personel keamanan. Baik dari personel Polres Buleleng dan personel Kodim 1609/Buleleng. Satu regu akan dikawal oleh satu orang personel Polres Buleleng yang sekaligus akan menjadi juri keliling. Sedangkan pengamanan lalu lintas akan diatur sepenuhnya oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng.

Hingga waktu penutupan pendaftaran pada Kamis (28/7/2022) pukul 23.59 Wita, ada seratusan regu yang sudah terdaftar. Sebanyak 76 regu di lomba gerak jalan 8 kilometer SD, 40 regu lomba gerak jalan 8 KM SMP, 34 regu mengikuti lomba gerak jalan 17 KM Dewasa Putri, 31 regu gerak jalan 45 KM Dewasa Putra dan 14 regu di kategori lomba gerak jalan kocak.

“Seluruh ketentuan teknis dan ketentuan umum serta aturan yang harus diikuti seluruh peserta sudah kami sampaikan saat TM tadi. Termasuk soal penilaian, pengumuman nomor dada juga sudah dilakukan,” jelas Nova.

Sementara itu, Guru SMAN 1 Busungbiu, Ketut Sudiada, salah satu peserta TM Lomba Gerak Jalan HUT ke-77 RI, mengapresiasi KONI Buleleng dapat kembali menggelar lomba tahunan ini. Meskipun menurutnya pada situasi saat ini, masih diperlukan kontrol ketat, khususnya soal protokol kesehatan, karena masih dalam situasi Pandemi Covid-19.

“Sebenarnya kami agak takut juga, karena Covid-19 belum berakhir, kegiatan juga belum dibuka total sekali. Sehingga kami dari pihak sekolah juga harus mengamankan siswa biar tidak tertular. Tetapi satu sisi ini kegembiraan kami juga di sekolah bisa menikmati dan ikut menyemarakkan rangkaian hari kemerdekaan bangsa,” ucap dia.

Sudiada pun mengaku tidak mempermasalahkan syarat khusus yang diberlakukan panitia tahun ini, yakni wajib mengikutsertakan sertifikat vaksin booster bagi peserta. “Syarat itu tidak boleh diabaikan demi KONI dan juga pribadi kita. Vaksin kan kewajiban. Bagi kami tidak memberatkan. Anak-anak juga sudah ada vaksin tinggal menarik surat vaksinnya saja,” jelas Sudiada. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *