BULELENG – Cewek di bawah umur yang ada dalam video persetubuhan anak-anak di bawah umur di Buleleng ternyata pernah berpose vulkar di Tik Tok. Itu terjadi tiga bulan lalu, atau September 2021. Pihak SMP tempat siswi tersebut sekolah sempat menyita handphonenya dan memberikan pembinaan.
Itu disampaikan kepala sekolah SMP tempat siswa-siswi yang terlibat dalam video persetubuhan saat menyampaikan laporan kasus tersebut kepada Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Made Astika, S.Pd., M.M., Rabu (15/12).
Menurut Kasek SMP yang ada di Kecamatan Tejakula, Buleleng tersebut, untuk yang cewek pernah dipanggil pihak sekolah karena kasus di Tik Tok. Cewek yang baru berumur 12 tahun tersebut berpose agak vulgar di Tik Tok.
“Itu tiga bulan yang lalu. Dia sudah dapat pembinaan dari sekolah. HP-nya sempat disita untuk sementara. Setelah diselidiki banyak tersimpan foto-foto pose dewasa. Dan banyak kiriman dari orang-orang luar daerah berisi pose-pose vulgar,” katanya.
Menanggapi kasus tersebut, Kadisdikpora, Made Astika, berharap kepada guru-guru, kepala sekolah, dan termasuk orang tua untuk selalu mengawasi siswa-siswa atau anak-anaknya. “Karena di masa pandemi dengan level II ini, anak-anak kan hanya 3 jam di sekolah. Sedangkan 21 jam anak di luar sekolah. Artinya aktivitas mereka banyak di luar sekolah. Saya harap ada kolaborasi antara orang tua dan guru-guru untuk melakukan pengawasan kepada peserta didik atau putra-putrinya dalam bergaul di masyarakat maupun di sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, kalau siswa di sekolah, guru-guru yang mengawasi. Sedangkan kalau di rumah orangtua dan masyarakat. “Sehingga anak-anak dapat menjadi insan pelajar yang berkarakter,” harapnya.
Astika mengatakan, selama masa pembelajaran daring, tentu banyak memanfaatkan media, berupa gadget. Oleh karena itu, kata dia, dalam penggunaan gadget, semua pihak harus bersama-sama mengawasi gadget yang anak-anak siswa gunakan. “Sehingga pemanfaatannya terarah hanya untuk Pendidikan,” tegasnya.
Kata Astika, kalau kita paham dengan gadget, sebenarnya bisa diseting. Orangtua bisa menseting gadget anak-anaknya agar tidak disalahgunakan. (bs)
Ket. Foto: Made Astika

