DENPASAR – Sekolah Kader ‘Aisyiyah merupakan bentuk penyederhanaan dari Baitul Arqam yang ada di ‘Aisyiyah. Tapi tidak meniadakan Baitul Arqam itu sendiri. “Jika dalam Baitul Arqam (BA), kita memerlukan waktu 1 x 2 atau 3 hari full dalam satu kesatuan waktu tidak terputus, di Sekolah Kader ini dapat dilaksanakan dalam satu kali atau beberapa kali pertemuan,” kata Ketua Majelis Pembinaan Kader PWA Bali, Lilis Indrawati, SE, SH, Selasa (14/12/2021).
Sekolah Kader ‘Aisyiyah yang dilaksanakan oleh Majelis Pembinaan Kader Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Bali pada 2 Desember 2021 di salah satu Amal Usaha ‘Aisyiyah, yaitu PAUD Dalung ini merupakan angkatan pertama. Pada Sekolah Kader ini ada 11 materi termasuk di dalamnya orientasi dan penugasan.
Dikatakan, tujuan umum Sekolah Kader ini mengacu pada tujuan perkaderan ‘Aisyiyah, yakni terbentuknya kader ‘Aisyiyah yang memiliki ruh (spirit), integritas dan kompetensi, sehingga dapat berperan sebagai kader organisasi, kader persyarikatan, kader ummat, kader bangsa dan kader kemanusiaan.
Sementara tujuan khususnya, kata dia, yakni menjelaskan ideologi Muhammadiyah, mengimplementasikan ideologi Muhammadiyah dan memperkokoh ideologi simpatisan, anggota dan pimpinan, keluarga anggota dan pimpinan, serta pegawai amal usaha.
Dijelaskan, sasaran dari Sekolah Kader ‘Aisyiyah ini adalah anggota dan pimpinan ‘Aisyiyah, karyawan AUM dan AU ‘Aisyiyah, anggota Keluarga anggota dan pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, serta simpatisan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Dalam rangkaian Sekolah Kader ini, beberapa narasumber yang berkesempatan hadir sekaligus sebagai pemateri di antaranya adalah Aminullah S.Ag. (Ketua PWM Bali), Drs. Azizudin, MA (mantan Ketua Pemuda Muhammadiya Bali), Ir. Hendi Gundo Hutomo (Wakil Ketua PWM Bali), Ir. Takwalin, M.Pdi (Ketua PWA Bali), Dr. Zuhro Nurindahwati, SH, MH (Wakil Ketua PWA), Aida Fitriana, M.Pd (Ketua Majelis Tabligh PWA), dan Lilis Indrawati, SE, SH (Ketua Majelis Pembinaan Kader PWA).
Sekolah Kader diawali pada Mei 2019. Sekolah Kader ini sempat terhenti karena pandemi Covid-19, dan baru bisa dilanjutkan pada Desember tahun ini. “Jadi pertemuan kali ini merupakan pertemuan terakhir Sekolah Kader Angkatan Pertama,” kata Lilis Indrawati.
Sekolah Kader diikuti 35 peserta dari unsur Pimpinan Wilayah Aisyiyah, dari Gianyar, Badung, Tabanan juga Kota Denpasar. Diharapkan, dengan berakhirnya Sekolah Kader ‘Aisyiyah Angkatan Pertama ini, akan semakin menguatkan pemahaman/ideologi Kemuhammadiyahan/Ke-‘Aisyiyahan dan semakin mempertebal rasa cinta terhadap Muhammadiyah/’Aisyiyah.
Diharapkan, Sekolah Kader ini bisa dilaksanakan secara berjenjang di PDA, AUM dan AUA. (bs)

