BULELENG – Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, mengikuti tradisi megibung (makan bersama) di Masjid Kuna Keramat Singaraja, Kamis (15/1/2026) malam. Megibung digelar Takmir Masjid Kuna Keramat dan warga Kampung Kajanan serangkaian peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Isra Mi’raj rutin dilaksanakan Masjid Kuna Keramat Singaraja setiap tahun. Pada tahun ini tampil sebagai penceramah Ustadz M. Ja’far Abdillah dengan tema “Wujudkan Generasi Berakhlak Mulia Melalui Sholat”.
Kapolres AKBP Ruzi Gusman yang baru 3 Januari 2026 bertugas di Buleleng, tampak menikmati acara megibung tersebut. Ia duduk satu lingkaran bersama Ketua MUI Buleleng, HB Ali Musthofa, Ustadz M. Ja’far Abdillah, Ketua Bidang Kemakmuran Masjid Kuna Keramat Muhammad Mujib, Ketua Yayasan Al Karomah, Muhammad Hisam, Kapolsek Singaraja, Kompol Gede Juli, serta beberapa tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya Kapolres AKBP Ruzi Gusman memperkenalkan diri sebagai pimpinan Polres Buleleng yang baru. Ia mohon agar diterima sebagai keluarga di masyarakat atau warga Buleleng.
“Kami memohon doa restu dan bimbingan agar kami dapat melaksanakan tugas sebagai Kapolres yang baru di Buleleng,” katanya.
Kapolres juga menyatakan pintu terbuka bagi masyarakat untuk datang silaturahmi baik di Polres Buleleng maupun di rumah jabatannya. “Kami akan senang, karena kami tidak punya saudara di Singaraja. Semoga para ulama, sesepuh di sini bisa menjadi saudara baru bagi kami,” ujarnya.
Ketua Bidang Kemakmuran Masjid Kuna Keramat, Muhammad Mujib, mengatakan, acara megibung itu memberikan nuansa yang kental rasa persaudaraan (menyama braya).
“Kami di Singaraja ini kentalnya menyama braya. Jadi kita berbaur, tidak memandang si kaya dan si miskin,” katanya.
Sementara Ustadz M. Ja’far Abdillah dalam tausiyahnya, mengingatkan agar setiap Muslim memperhatikan sholat. Sebab, kata dia, banyak di antara muslimin yang cintanya kepada Allah tidak 100 persen.
“Masih ada harta, pekerjaan, atau ada bosnya yang lebih ditakuti ketimbang Allah SWT, sehingga kadang-kadang meninggalkan sholat, dan meninggalkan sebagian syariat Allah karena lebih takut kepada ‘tuhan-tuhan’ yang lain,” katanya. (bs)

