DENPASAR – Pelajar Islam Indonesia (PII) Wilayah Bali menggelar Sidang Dewan Pleno Wilayah (SDPW) sebagai forum evaluasi paruh periode sekaligus konsolidasi arah gerak organisasi pada Sabtu (25/10/2025).
Kegiatan ini dibuka dengan seminar publik bertema “Meneguhkan Jati Diri Umat Islam Bali: PII Bali sebagai Trendsetter Persatuan untuk Loka Bali yang Harmoni dan Berperadaban.”
Kegiatan yang berlangsung di Denpasar itu dihadiri oleh sekitar 70 peserta yang terdiri atas pelajar dan pengurus Rohis SMA/K se-Denpasar dan Badung, organisasi kepemudaan lintas agama, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Hadir pula Ketua KB PII Bali Gunawan S.Pd, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali yang diwakili oleh Adhitiana S.T., M.AP, Ketua I Bidang Dakwah MUI Bali Syamsul Arifin, S.Thi, M.Pdi, serta perwakilan Komisi I DPRD Provinsi Bali.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PW PII Bali, Syahrul Ramadhan, menekankan pentingnya menghidupkan kembali visi dakwah Nabi Muhammad SAW dalam membangun peradaban masyarakat madani di tengah realitas masyarakat yang plural.
Syahrul menjelaskan bahwa PII Bali berkomitmen mengambil peran aktif sebagai pelopor persatuan dan kolaborasi lintas iman, sejalan dengan semangat Islam rahmatan lil ‘alamin.
“PII Bali ingin menjadi trendsetter persatuan di tengah keberagaman Bali, membangun harmoni dan peradaban bersama,” ujarnya.
Ia juga menafsirkan Surah Al-Baqarah ayat 148, “Fastabiqul khairat” (makab erlomba-lombalah dalam kebaikan), sebagai panggilan moral bagi generasi muda untuk menjadikan perbedaan sebagai ajang perlombaan dalam kebaikan dan kontribusi sosial.
Perwakilan Kesbangpol Provinsi Bali, Adhitiana, S.T., M.AP, dalam sambutannya mengapresiasi langkah strategis PII Bali yang mengedepankan nilai persatuan dan harmoni.
Ia menilai, peran pelajar dan organisasi seperti PII sangat penting dalam memperkuat ketahanan sosial generasi muda.
“Kami mendukung langkah PII Bali sebagai trendsetter persatuan. Namun, kami juga berharap PII dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah generasi muda Bali dari paparan paham radikalisme dan terorisme,” tegasnya.
Sebagai penutup rangkaian pembukaan, dilaksanakan Diskusi Panel Lintas Agama yang menghadirkan tiga narasumber, yakni Syahrul Ramadhan (PW PII Bali), I Kadek Agus Yudi Luliana (PD KMHDI Bali), Agustinus Umbu Katausu (BPC GMKI Denpasar).
Diskusi yang dimoderatori oleh Fachril Afnizar, Sekretaris Umum PW PII Bali, berlangsung hangat dan inspiratif.
Ketiga narasumber sepakat bahwa generasi muda Bali harus tampil sebagai trendsetter yang kritis, inklusif, dan berdaya juang tinggi dalam menjaga keharmonisan dan kebersamaan lintas iman di Pulau Dewata.
Melalui SDPW ini, PII Bali menegaskan kembali visinya sebagai transformator pelajar dan penuntun perubahan sosial menuju terwujudnya Loka Bali yang harmoni dan berperadaban, sejalan dengan visi daerah “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dan arah besar Indonesia Emas 2045. (bs)

