BULELENG – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja menggelar tes CBT seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri, Senin-Selasa (9-10/6/2025) di kampus setempat. Tersedia 2.586 kursi untuk jalur mandiri ini. Pelaksanaan CBT dipantau Ombudsman RI Perwakilan Bali, Selasa (10/6/2025).
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Undiksha, Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.T.I., menjelaskan, sebagai PTN, Undiksha mengikuti regulasi pusat dalam penerimaan mahasiswa baru. Yakni, melalui tiga jalur.
Pertama, jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), dengan kuota minimal 20 persen. Kedua, jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dengan kuota minimal 40 persen. Ketiga, jalur Seleksi Mandiri dengan kuota maksimal 50 persen bagi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), dan maksimal 30 persen untuk yang non PTN BH atau Satker maksimal 30 persen, seperti Undiksha yang masih Badan Layanan Umum (BLU).
“Undiksha untuk tahun 2025 ini mempunyai daya tampung 8.484. Ini termasuk pasca sarjana,” jelasnya.
Dipaparkan, lewat SNPB atau jalur nasional berdasarkan prestasi, Undiksha mengambil 30-40 persen, tegantung program studi. Daya tampungnya 2.397. “Kami mendapatkan atau meluluskan mahasiswa 2.384. Yang mendaftar kembali karena sudah selesai 2.066,” kata Prof. Rasben Dantes.
Menurutnya, sisa daya tampung dari SNBP dibawa ke SNPT, sehingga daya tampung SNPT Undiksha yang awalnya 3.105 menjadi 3.707. Kata dia, dari 3.707 ini, Undiksha meluluskan 2.433. Pengumuman UKT dan KIP Kuliah untuk 2.433 calon mahasiswa ini dilaksanakan Selasa (10/6/2025).

Prof. Rasben Dantes menjelaskan, untuk SNBP (jalur prestasi), Undiksha mendapatkan sekitar 400 mahasiswa dengan KIP kuliah. Sedangkan di SNPT, Undiksha mendapatkan 500-an KIP Kuliah.
Sementara untuk jalur mandiri, jelas Prof. Rasben Dantes, Undiksha memiliki daya tampung 2.586. Daya tampung mandiri ini ada tiga jalur. Pertama, CBT yang pelaksanaannya Senin dan Selasa (9-10/6/2025). Jumlah peserta yang 876 orang.
Undiksha memiliki 10 lokasi untuk ujian dengan jumlah komputer sekitar 150, sehingga dalam dua hari, Undiksha sudah bisa menyelesaikan tes CBT. “Hasilnya akan diumumkan pada 20 Juni 2025,” ujarnya.
Jalur kedua untuk seleksi mandiri, kata Prof. Rasben Dantes, yakni jalur rapor. Calon mahasiswa menggunakan raponya. Ketiga, jalur talent scouting. “Kami ingin mendapatkan talent anak-anak kita, misalnya atlet, pintar menari, juara menyanyi, dan sebagainya,” jelasnya.
Dari tiga jalur yang dibuka, jalur tes CBT diikuti 876 peserta, jalur rapor sampai saat ini karena masih dibuka sampai 27 Juni pendaftarnya yang sudah validasi ada 243 dari 670 yang sudah mendaftar. Ia berharap, yang belum validasi nantinya sebelum 27 Juni juga melakukan validasi.
Sementara di jalur talent scouting pendaftarnya sudah ada 83 orang. Yang sudah melakukan validasi pembayaran pendaftaran sekitar 21 orang.
Prof. Rasben Dantes menjelaskan, dari 8.484 daya tampung Undiksha tahun ini, termasuk di pasca sarjana, dari SNBP ada 2.066, dari SNPT kalau misalnya dianggap 80 persen yang kembali jumlah sekitar 1.900-an. “Jadi baru 4.000 Undiksha mendapatkan mahasiswa baru. Mudah-mudahan di jalur mandiri ini kami mendapatkan data atau jumlah yang maksimal. Mudah-mudahan mendekati daya tampungnya,” tandasnya.
Menurutnya, jika nantinya Undiksha di tahun ini bisa mendapatkan 5.000 mahasiswa baru di luar pasca sarjana, ini merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah. “Sekarang sudah 4.000. Ini mahasiswa terbanyak yang kami terima untuk diploma dan sarjana. Itu sepengetahuan saya. Tahun lalu kami menerima 3.900 mahasiswa baru. Tahun sebelumnya lebih kecil dari itu,” katanya.
Sementara Ida Bagus Kade Oka Mahendra dari Ombudsman RI Perwakilan Bali, setelah melakukan pemantauan tes CBT, menilai, pelaksanaan CBT berjalan lancar dan sarana prasarana juga sudah tersedia.
“Astungkara juga peserta sudah menempati tempat-tempatnya masing-masing. Tidak ada gangguan jaringan. Tadi sudah dijelaskan kalaupun ada gangguan, teman-teman di sini sudah punya sistem tersendiri. Jadi bisa pindah ke komputer, dengan tidak kehilangan apa yang sudah dikerjakan. Hampir sama dengan cara rekrutmen CPNS,” katanya.
Demikian juga ketika ada peserta datang, mereka juga memastikan peserta ini betul-betul yang ikut tes. Bukan joki. “Jadi tidak ada joki,” ujar Oka Mahendra. (bs)

