Terinspirasi dari Ayat Al Quran, Anggota Dewan Pakar ICMI Bali Temukan Formula Pupuk Yang Membuat Tanaman Tahan Kekeringan

DENPASAR – Ketika musim kemarau tiba, banyak petani, terutama yang tinggal di daerah lahan marginal merasa waswas. Karena bila kemarau sampai berkepanjangan, maka peluang terjadinya puso (gagal panen) akibat banyak tanaman mati, semakin besar.

Manakala itu terjadi, maka petani pun panik, untuk dapat mencari pinjaman dana yang persyaratan dan prosesnya mudah dan cepat, demi menyambung hidup keluarga, kepada pihak manapun, termasuk ke para renternir yang mematok bunga tinggi.

Namun kini para petani boleh bernafas lega, karena tidak terlalu lama lagi, akan hadir sejenis pupuk (pelengkap) yang disamping dapat meningkatkan produksi, juga mampu membuat tanaman lebih tahan kekeringan.

Teknologi baru ini ditemukan oleh salah seorang Dewan Pakar ICMI Bali, yakni, Ir. Suprio Guntoro. Ditemui di kediamannya, di kompleks Wahana Graha – Dalung, Kuta Utara, Guntoro mengakui bahwa dirinya telah menemukan formula pupuk pelengkap cair (PPC) baru yang dapat meningkatkan produksi sekaligus memperkuat daya tahan tanaman dari kekeringan (di musim kemarau).

Pupuk itu dinamai BIO ALTA2, merupakan PPC BIO ALTA generasi ke-2.Menurut mantan peneliti Badan Litbang Pertanian itu, sebelumnya dia telah menemukan formula PPC BIO ALTA 1, yang telah dicoba dan digunakan oleh berapa petani di Patas, Buleleng, di Negara – Jembrana, dan di Petang, dan di Munduk – Badung.

Mekanisme Proses

Sebagaimana BIO ALTA 1, pada PPC BIO ALTA 2, juga dapat memacu pertumbuhan dan produksi tanaman. Namun disamping itu, pada BIO ALTA 2 juga memiliki manfaat lebih, yaitu dapat memperkuat daya tahan tabaman dalam kondisi kekeringan (kemarau).

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Menurut Suprio Guntoro, salah satu anggota Dewan Pakar ICMI Bali yang juga dikenal sebagai penulis novel itu, disebabkan oleh adanya dua jenis agen hayati pada Bio ALTA 2 yang dapat bekerja sama (berkolaborasi).

Pada PPC BIO ALTA 1, masih menggunakan satu jenis agen hayati, yakni Azotobacter yang mampu memacu pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Sedang pada PPC BiO ALTA 2, menggunakan dua agen hayati, yakni Azotobacter dan Azpsperilloum. Keduanya memiliki kemampuan memfixasi (menambat) nitrogen dan mensintesa protein.

Di samping itu, “kolaborasi” keduanya mampu menggeser kondisi tanah, dari kondisi asam atau basa menjadi netral atau mendekati netral (PH tanah 7 atau 6,5). Dalam keadaan tersebut, tanah akan mampu menyerap air secara optimal, bahkan maksimal. Hal ini menyebabkan kelembaban nisbi tanah tinggi, sehingga dapat menekan proses evaporasi.

Akibatnya, tanaman tidak mudah layu. Disamping itu, “kolaborasi” AZOTOBACTER dan AZOSPERILLIUM bisa menghasilkan Polysaccharida (karbohidrat yang berantai kompleks) yang dapat menyerap dan menyimpan air di dalam tanah. Hal ini dapat menghambat proses evaporasi, sehingga tanaman akan tetap segar, meski lingkungannya kering/panas.

Terinspirasi dari Al Quran

Anggota Dewan Pakar ICMI itu mengakui, bahwa temuannya (BIO ALTA 1 dan BIO ALTA 2) itu awalnya, terinspirasi dari salah satu ayat Al Quran, yakni dari ayat 12, Surat Ar Rad. Dimana dalam ayat tersebut Allah berfirman, “Dialah yang memperlihatkan kilat kepadamu, yang menimbulkan ketakutan dan harapan dan Dia menjadikan mendung.” (QS Ar Rad, ayat 12)

Ayat tersebut memberi “pesan” bahwa kilat tersebut menimbulkan ketakutan, karena munculnya kilatan cahaya tersebut biasanya akan segera disusul oleh bunyi ledakan (petir) yang memekakkan telinga. Namun juga menimbulkan harapan. Karena setiap terjadi ledakan petir akan diiringi jatuhnya nitrogen yang semula berada jauh tinggi di angkasa rontok, berjatuhan di permukaan bumi.

Nitrogen merupakan unsur utama pembentuk protein, sedangkan protein adalah nutrisi paling vital, yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan manusia, hewan, tanaman dan seluruh makhluk yang hidup di bumi. Namun nitrogen yang rontok ke bumi akibat sambaran petir tersebut dalam bentuk senyawa nitrit (NO2) yang amat sulit atau tidak bisa diserap oleh akar tanaman.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Allah Yang Maha Tahu dan Maha Penyayang lantas menciptakan makhluk berupa jazad renik yang disebut Azotobacter, yang memiliki kemampuan untuk mengubah nitrit (NO2) menjadi nitrat (NO3) yang mudah diserap oleh akar tanaman.

Disamping itu, makhluk tersebut juga mampu memfixasi (menambat) nitrogen bebas di udara dan mensintesanya menjadi protein yang sangat diperlukan oleh seluruh makhluk penghuni bumi. Dengan demikian, kehadiran kilat yang diikuti ledakan petir, membawa harapan, karena dapat menurunkan nitrogen dari angkasa ke bumi, serta dapat mendorong Azotobacter untuk beraktivitas mengubah nitrit menjadi nitrat agar bisa dimanfaatkan oleh tanaman.

Disamping itu, kilat dan petir, dapat mendorong Azotobacter keluar dari tempatnya bersemayam ( 5-15 cm di bawah permukaan tanah, untuk bergerak naik ke atas permukaan bumi, bekerja menambah nitrogen dan mensitesanya menjadi protein untuk menjaga kelangsungan kehidupan di muka bumi.

Maka ayat tersebut mendorong Guntoro untuk mencoba mengisolasi dan membiakkan Azotobacter secara murni, agar lebih mudah dimanfaatkan untuk kepentingan manusia dan alam.

Atas bantuan putrinya yang saat itu tengah kuliah di ITB (Institut Teknologi Bandung) dia mendapatkan isolat Azotobacter. Melalui berbagai eksperimen, pada tahun-tahun 2019, Guntoro belah menemukan formula yang cocok untuk media perkembangan Azotobacter.

Dilanjutkan dengan riset untuk memperoleh formula Pupuk Pelengkap Cair, yang memadukan antara potensi nutrisi berbagai jenis bahan nabati dengan kemampuan biologis Azotobacter sebagai agen hayati.

Awal tahun 2021, formula pupuk tersebut ditemukan, yang kemudian diberi nama PPC BIO SLTA 1, yang telah dicoba dan digunakan oleh beberapa petani di desa Patas (Gerokgak), Negara (Jembrana), di Desa Sulangai (Petang,) dan Munduk – Kabupaten Badung.Nama BIO ALTA diambil dari nama cucu Guntoro yang ke-3, yaitu ALTAMIS AL BBATTAN ALTAMIS (bahasa Arab) yang berarti “Panglima”! Sedang Al BATTANI merupakan nama seorang astronom Muslim terkemuka yang hidup di era Daulah Abbasiah, pada abad Pertengahan.

Berita terkait dengan penemuan Suprio Guntoro ini kian mulai bergaung, dan mendapat respon antusias dari kalangan petani. Ketua Kelompok Tani “Kerthi Winangun” Desa Bukti, Kubutambahan, Buleleng, I Made Supartha, menyatakan merasa amat gembira atas keberhasilan Guntoro menemukan teknologi baru tersebut dan berharap bisa segera diaplikasikan di lapangan.

“Kami berharap uji coba pertama pupuk ini bisa dilakukan di Desa Bukti. Karena seluruh anggota kelompok kami sudah sepakat dan telah siap mencoba teknologi ini,” katanya.

Sementara itu, salah seorang tokoh petani dari Desa Sulangai, Petang, I Wayan Duniarta, menyatakan sangat bangga dan sangat tertarik dengan hasil temuan Anggita Dewan Pakar ICMI ini.

“Saya sangat bangga dan tertarik dengan karya Dewan Pakar ICMI ini, karena ini merupakan jawaban yang sangat tepat bagi persoalan Bali ke depan, yaitu masalah keterbatasan air,” ujar Wayan Duniarta.

“Secara pribadi saya sangat berterima kasih dan salut kepada Pak Guntoro, yang tidak henti-hentinya memikirkan nasib petani Bali,” tandas Wayan dengan nada serius. (bs)

5 tanggapan untuk “Terinspirasi dari Ayat Al Quran, Anggota Dewan Pakar ICMI Bali Temukan Formula Pupuk Yang Membuat Tanaman Tahan Kekeringan

  1. Alhamdulillah, barakallah…
    Semoga bapak dan keluarga selalu diberi kesehatan dan pengetahuan untuk kebaikan bersama, aamiin

    1. Alhamdulillahirobbi’aalamin, semoga pak Guntoro sukses selalu mendapat lindungan dan ridho Alloh SWT ilmunya bermanfaat dunia akhirat, petani Indonesia semakin makmur dan sejahtera ..Amin x99

  2. Betul kalau bapak saya pernah lihat di jtv disana diterbitkan insklipedia sains islami yang diambil dari Al Qur’an ada 9 jilid bab pertanian ada satu jilid belinya dak boleh ngecer di jtv, saya belum pernah baca sekarang masih jual atau dak jtv saya juga gak tahu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *