BULELENG – Politisi PDI Perjuangan, Nyoman Parta, mengaku tidak khawatir potensi suara pasangan Ganjar-Mahfud terbelah di Bali seiring dengan terpilihnya putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka mendampingi capres Prabowo Subianto.
Menurut Parta, masyarakat Bali sudah tahu siapa pemimpin yang tepat untuk dipilih. Ia menjelaskan bahwa masyarakat Bali cenderung lebih menyukai generasi muda yang mengikuti proses ketimbang melalui cara nepotisme yang memberikan pendidikan politik tidak baik kepada masyarakat.
Parta menjelaskan, Ganjar-Mahfud merupakan pilihan yang ideal bagi masyarakat Bali. Menurutnya, Ganjar itu sosok yang merakyat, sementara Mahfud adalah figur yang anti korupsi.
“Negeri ini selalu dirundung korupsi. Untuk bisa menyelesaikannya problem korupsi harus dimulai dari pemimpin tingkat paling tinggi. Dan kebetulan dua figur ini memenuhi kualifikasi,” terangnya Saat dikonfirmasi Jumat (3/11/2023).
Parta menjelaskan dalam rangka pemenangan Ganjar-Mahfud di Bali, struktural PDI Perjuangan sedang dan terus bergerak menggalang kekuatan rakyat untuk memenangkan Ganjar-Mahfud di Bali.
Ia menjelaskan bahwa setiap kader mendapatkan tugas untuk memperkenalkan dan memenangkan Ganjar-Mahfud pada kelompok-kelompok masyarakat. Salah satunya kepada para pelaku UMKM dan pemuda.
“Kebetulan saya kan dekatnya dengan pelaku UMKM dan kelompok pemuda. Jadi saya menggalang kekuatan pelaku UMKM. Kemudian juga menggalang kelompok pemuda untuk memenangkan Ganjar-Mahfud di Bali. Jadi kami terus bergerak,” terangnya.
Parta pun mengatakan bahwa partainya menargetkan pasangan ini mendulang minimal 92-95 persen suara masyarakat Bali. Melalui kerja dan penggalangan kekuatan yang sudah dilakukan struktural partai, ia optimis target itu bisa dicapai.
Sebelumnya Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Wayan Koster, menargetkan bahwa pasangan capres-cawapres Ganjar-Mahfud bisa menang di Bali dengan memperoleh 95 persen suara. Hal itu disampaikan usai Rapat Konsolidasi PDI Perjuangan Bali dalam rangka pemenangan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2024. (bs)

