- Musyda X Muhammadiyah Buleleng, Ali Susanto Kembali Terpilih sebagai Ketua
BULELENG – Musyawarah Daerah (Musyda) X Muhammadiyah menetapkan Moh. Ali Susanto sebagai Ketua PD Muhammadiyah Buleleng periode 2022-2027.
Musyda X Muhammadiyah Buleleng yang digelar bersamaan dengan Musyda X ‘Aisyiyah dibuka Kepala Kesbangpol Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono. Hadir dalam pembukaan Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, serta jajaran Forkompimda Buleleng. Juga hadir Ketua PW Muhammadiyah Bali, H. Husnul Fahmi, Ketua PW ‘Aisyiyah Bali, Sari Prasetya Angkasa, para tokoh, warga dan simpatisan Muhammadiyah.
Dalam sambutannya pembukaan Musyda, Ali Susanto Musda ke-10 Muhammadiyah mengambil tema “Memajukan dan Mencerahkan Buleleng”. Menurutnya, dalam memajukan kehidupan, Muhammadiyah bukanlah hanya ‘akan’, tetapi telah dan terus berkiprah selama satu abad lebih dalam lintasan pergerakannya melalui berbagai amal usaha dan dakwah kemasyarakatan.

“Sejak kelahirannya, Muhammadiyah tiada henti melayani sesama. Khidmat ini lahir dari visi keislaman dan wawasan nasionalisme inklusif, agar kita makin berkemajuan di segala bidang kehidupan,” ujarnya.
Itulah bukti nyata bahwa Muhammadiyah ikut “berkeringat” dalam memajukan kehidupan masyarakat, tidak sekadar kata, tetapi aksi nyata.
Menurut Ali Susanto, Muhammadiyah meyakini bahwa sejatinya kita dapat menjadi masyarakat yang maju, adil, dan sejahtera. Muhammadiyah percaya kita dapat menyelesaikan masalah-masalah dan tantangan berat yang kita hadapi.
“Optimisme ini lahir karena kita memiliki sejumlah modal penting untuk menjadi besar dan maju, seperti sumberdaya manusia dan sumberdaya alam yang potensial. Kuncinya, mengurus masyarakat harus dengan baik dan benar, disertai perjuangan yang sungguh-sungguh dan kebersamaan dari semua pihak yakni pemerintah, warga dan seluruh komponen masyarakat,” tegasnya.
Dikatakan, semua pihak dituntut untuk menjadi suri teladan dalam menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan diri, kroni, dinasti, dan golongan sendiri. Sekaligus menjadi perekat persatuan serta menjauhi sikap saling membenci dan memusuhi yang akan membawa perpecahan dan merugikan masa depan kita.

Ali Susanto juga menegaskan, segenap pimpinan, anggota dan simpatisan Muhammadiyah Buleleng dengan pandangan Islam berkemajuan dan kiprahnya dalam berbagai bidang kehidupan berkomitmen untuk terus berkiprah memajukan dan mencerahkan Buleleng secara lebih luas dan berkualitas.
Sementara Pj. Bupati Buleleng dalam sambutan yang dibacakan Kepala Badan Kesbangpol Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono berharap pelaksanaan Musyda bisa menjadi ajang silaturahmi dan tukar pikiran serta tukar visi dan misi untuk memajukan organisasi.
Pj Bupati Buleleng juga berharap Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Buleleng turut membantu dan berkontribusi dalam membangun Buleleng.
Sedangkan Ketua PW Muhammadiyah Bali, H. Husnul Fahmi mengatakan, kerja memajukan Buleleng adalah kerja bersama. Bukan hanya pemerintah saja atau Muhammadiyah saja. Tapi bersama masyarakat dan ormas-ormas lainnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ber-Muhammadiyah harus bergembira, jangan banyak mengeluh. “Kegembiraan adalah modal untuk menjadikan persyarikatan unggul,” katanya.
Ketua PW Muhammadiyah Bali juga mengingatkan kader Muhammadiyah bahwa menghadapi tahun politik, Muhammdiyah secara organisasi tidak berpolitik praktis. Bersikap netral terhadap partai politik atau para calon presiden maupun anggota legislatif.
Dalam pemilihan pimpinan Muhammadiyah 9 nama yang memperoleh suara terbanyak yakni Moh. Ali Susanto 51 suara, Rizani 46, Imam Syafi’i 44, Muwafikni 43, Sudarmo 40, Soleh Abidin 35, Hasyim 30, Nyoman Dodi Irianto 24 dan Ferry Sarjono 23. (bs)

