BULELENG – Dosen Undiksha Singaraja memberikan pelatihan pembuatan minyak kelapa tradisional berkualitas kepada anggota PKK Desa Panji Anom dan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Laksmi Jaya Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Kegiatan yang merupakan pelaksanaan program Pengabdian pada Masyarakat (P2M) tersebut dilaksanakan di Kantor Perbekel Desa Panji Anom, Sabtu (16/7/2022).
P2M tersebut dilaksanakan oleh Dr. Siti Maryam selaku ketua pengabdi dan Dra. Damiati, M.Kes., dan Dewi Oktofa Rachmawati, S.Si., M.Si., sebagai anggota. P2M tersebut mengusung tajuk “Pemberdayaan Kelompok Wanita Perajin Minyak Kelapa, Melalui Teknologi Pembuatan Minyak Kelapa Tradisional Berkualitas”. Tampak memantau pelaksanaan P2M tersebut Perbekel Desa Panji Anom, I Nyoman Mustanda.
Ketua Pengabdi Dr. Siti Maryam, menjelaskan, dengan pelatihan tersebut ibu-ibu peserta bisa memanfaatkan kelapa yang ada di desa untuk diproduksi menjadi minyak kelapa yang berkualitas. “Berkualitas artinya dari aromanya enak, warnanya jernih. Kualitas itu bisa ditentukan dari nilai kimianya. Tapi pada kesempatan ini belum menganalisis angka yodium, angka pengasaman, dll,” jelasnya.
Dijelaskan Dr. Siti Maryam, yang juga dosen Prodi Pendidikan Kimia, dari warna dan aroma, bisa ditentukan apakah minyak kelapa tersebut berkualitas.

Sementara seorang peserta, Anggota KWT Laksmi Jaya, Desak Made Maleni, mengaku pelatihan tersebu membantunya untuk bisa memproduksi minyak. “Nantinya kami akan memproduksi untuk dijual,” jelasnya.
Menurutnya, proses pembuatan minyak kelapa yang diberitakan lebih cepat prosesnya dibandingkan yang diketahuinya selama ini. “Kalau dulu saya semalaman membuatnya. Didiamkan santannya baru jadi minyak. Banyak menghabiskan kayu bakar. Untuk jadi minyak dilakukan dua kali penggorengan. Kalau ini satu kali penggorengan. Makanya teknologi ini lebih efektif. Caranya lebih mudah,” jelasnya.
Sedangkan bahan-bahan untuk membuat minyak kelapa sangat mudah. “Saya banyak punya pohon kelapa. Kalau saya nggak sempat bikin minyak ya kelapanya dijual ke pasar,” tegasnya. (bs)

