Dalam Satu Hari, Dua Orang Gantung Diri di Buleleng

BULELENG – Dalam satu hari, Kamis (14/4/2022), dua orang gantung diri di Buleleng, Bali. Yang pertama, Ni Made Tirta (62). Karena sakit tulang yang tak kunjung sembuh, Ni Made Tirta (62) mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Kamis (14/4/2022), sekitar pukul 07.00 Wita. Warga Banjar Dinas Banjar Anyar, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada ini sering mengeluh dan putus asa atas sakit yang dideritanya.

“Korban sudah mengalami sakit tulang dari pinggang hingga ke lutut kanan yang tidak sembuh-sembuh hingga hampir 3 tahun lamanya, sehingga korban sering mengeluh dan putus asa,” jelas Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya.

Menurutnya, Ni Made Tirta ditemukan gantung diri di sebuah kebun milik Gede Ngembon, suami korban, di Banjar Dinas Banjar Anyar, Desa Sambangan Kecamatan Sukasada. Ia ditemukan suaminya saat akan menyabit rumput di kebunya. Setiba di kebun, suaminya Gede Ngembon, menemukan istrinya sudah dalam keadaan tergantung pada seutas tali nilon warna biru yang terikat di sebatang pohon jambu dengan ketinggian kurang lebih 185 cm.

“Saat ditemukan korban mengenakan baju kaos berkerah warna putih dan mengenakan celana pendek setengah lutut warna garis-garis merah, coklat dan putih,” papar AKP Sumarjaya.

Melihat keadaan korban tergantung, suaminya meminta bantuan kepada Kadek Merta (37), dan Putu Merta Suteha (37), untuk menurunkan korban. Korban lalu dibawa ke rumah yang berjarak kurang lebih 500 meter dari tempat kejadian.

“Dari hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Sukasada 1 yang dilakukan Ketut Yogi Suara, D.kep.urs, yang telah melakukan pemeriksaan  luar terhadap jenazah korban bahwa nadi sudah tidak teraba, luka bekas jeratan di leher, lebam mayat belum kelihatan, dan ciri-ciri orang gantung diri lainnya. Diperkirakan korban meninggal dalam waktu kurung lebih sudah 2 jam sebelum ditemukan,” ujar AKP Sumarjaya.

Dikatakan, suami korban membuat pernyataan dan didukung juga pihak keluarga untuk menolak dilakukan otopsi, karena korban meninggal murni karena gantung diri dan menerima dengan ikhlas kejadian tersebut.

Yang kedua, adalah I Nyoman Kertiawan (51). Warga Banjar Dinas Kanginan, Desa Julah, Kecamatan Tejakula, gantung diri, Kamis (14/4/2022) sekitar pukul 10.20 Wita. Ia mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kebun milik Ketut Karniasih atau Kajar.

Menurut Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya, korban ditemukan gantung diri oleh Ketut Karniasih. Saat itu perempuan yang dipanggil Kajar ini pergi ke kebun yang terletak untuk memberi makan ternak. Awalnya Ketut Karniasih alias Kajar tidak mengetahui korban tergantung karena sibuk beraktivitas memberi makan ternak.

Sekira pukul 10.20 Wita, saat Ketut Karniasih akan pulang dan mau mengambil sepeda motor, ia melihat di pohon nangka ada orang tergantung. Ia kemudian menghubungi Wayan Restana.

Setelah itu Wayan Restana datang bersama warga dan aparat Desa Julah, termasuk Bhabinkamtibmas Desa Julah. I Nyoman Kertiawan kemudian diturunkan oleh Babinkamtibmas dibantu warga, dan langsung membawa korban ke rumah duka.

Dijelaskan AKP Sumarjaya, hasil pemeriksaan bidan Desa Puskesmas Tejakula II, Nyoman Citarsini, Amd.Keb., terdapat luka jeratan di leher korban, serta ciri-ciri orang gantung diri lainnya. Alat yang dipakai gantung diri yakni tali sapi warna biru.

Dikatakan, dari olah TKP dan pemeriksaan medis, tidak ditemukan kekerasan pada tubuh korban. Keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi pada korban. Mereka mengiklaskan kematian korban. Diduga korban mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena faktor tekanan ekonomi. 

“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan Unit Reskrim Polsek Tejakula,” kata AKP Sumarjaya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *