Edukasi 2.711 Pemilih Pemula Saat MPLS, KPU Badung Kenalkan Portal Digital Mandiri dcskpubadung.id

BADUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Badung sukses melaksanakan rangkaian program pendidikan pemilih bertajuk “Democracy Creative Space (DCS) Goes to MPLS” yang berlangsung pada 13 hingga 16 Juli 2026.

Kegiatan strategis yang diintegrasikan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 ini menyasar 13 sekolah tingkat SMA/SMK/MA sederajat di wilayah Kabupaten Badung.

Berdasarkan data KPU Badung, total siswa calon pemilih pemula yang terjangkau program edukasi politik ini mencapai 2.711 siswa. Melalui program ini, para siswa diberikan pemahaman mendalam mengenai demokrasi substantif, yakni menanamkan kesadaran bahwa kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat, mengikis sikap apolitis, serta menolak keras praktik politik uang (money politics).

Berbeda dengan pola konvensional, model edukasi dalam program ini berbasis pada portal inovasi pelayanan publik resmi milik KPU Badung, yaitu dcskpubadung.id. Melalui platform digital tersebut, materi disampaikan langsung melalui potral DCS dan para siswa juga dapat melakukan pembelajaran secara mandiri melalui fitur e-learning, mengikuti Kuis Pemilu secara interaktif, dan berhak mendapatkan e-sertifikat resmi sebagai bentuk apresiasi keterlibatan aktif mereka.

Anggota KPU Kabupaten Badung sekaligus Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Agung Rio Swandisara, menjelaskan bahwa integrasi teknologi digital ini bertujuan untuk mempermudah akses pemilih pemula dalam mendalami materi kepemiluan kapan saja dan di mana saja. “Melalui desain program Democracy Creative Space Goes to MPLS yang dilaksanakan sepanjang 13-16 Juli kemarin, kami mengenalkan portal inovasi dcskpubadung.id. Kami ingin masuk ke ruang ekspresi remaja dengan metode digital yang dekat dengan mereka. Di portal ini, ribuan siswa bisa belajar mandiri melalui e-learning, menguji wawasan mereka lewat Kuis Pemilu, dan langsung mendapatkan e-sertifikat,” ujar Agung Rio Swandisara di Badung, Jumat (17/7/2026).

Agung Rio menambahkan bahwa pemanfaatan portal digital ini juga menjadi sarana efektif untuk menanamkan pemahaman positif mengenai esensi politik sebagai seni mencapai tujuan kebaikan bersama, sekaligus menjadi benteng pencegahan politik uang sejak dini.

“Ketika para pemilih muda ini secara mandiri mau belajar, memahami esensi kedaulatan rakyat, dan berkomitmen menolak politik uang, kualitas demokrasi kita di masa depan akan terjaga. Kami berharap 2.711 siswa yang tersebar di 13 sekolah ini menjadi pionir pemilih cerdas dan agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing,” imbuhnya.

Dengan berakhirnya fase sosialisasi tatap muka pada masa MPLS, KPU Kabupaten Badung mengimbau sekolah-sekolah dan para siswa untuk terus mengoptimalkan pemanfaatan portal dcskpubadung.id sebagai pusat literasi kepemiluan yang berkelanjutan. (bs) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *