Tingkatan Cakupan Pelayanan, Perumda Air Minum Buleleng Segera Garap Beberapa SPAM

BULELENG – Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng terus berupaya meningkatkan cakupan pelayanan air bersih kepada warga Buleleng. Diantara upaya tersebut, Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng akan menggarap sejumlah SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum).

“Kami akan terus melakukan peningkatan cakupan pelayanan bersih bagi masyarakat yang belum terlayani,” ujar Dirut Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng, Made Lestariana, kepada wartawan di Singaraja, Kamis (27/11/2025).

Dikatakan, untuk meningkatkan cakupan layanan tersebut, pihaknya akan menggarap sejumlah SPAM. Di Buleleng Barat, kata dia, sudah berjalan SPAM Burana dari Bendungan Titab dan Ularan.

“Tinggal pengembangan pipa transmisi dan distribusinya. Kalau itu kebutuhan dan investasinya ke depan mungkin tidak sebesar Bendungan Tamblang, karena kalau Bendungan Tamblang kan harus dari pipa dulu,” jelasnya.

Lestariana menjelaskan, untuk jaringan dari SPAM Burana potensinya sekitar 200 liter per detik. Dengan potensi tersebut, SPAM Burana diperkirakan bisa melayani sekitar 25.000 pelanggan.

”Kebutuhan dana investasinya cukup besar. karena itu kita harapkan kerjasama dengan pihak swasta secara business to business,” paparnya.

Selain itu, menurut Lestariana, pihaknya juga mengembangkan SPAM dengan mata air di Desa Pegadungan. Feasibility Study (FS)-nya atau studi kelayakannya sudah dilakukan FS secara mandiri oleh Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng.

“Pengembangan SPAM dari mata air Pegadungan sudah kami lakukan FS secara mandiri. Itu kebutuhan dananya lebih kurang Rp 20 milyar. Itu juga kami tawarkan ke pihak swasta yang nantinya bisa secara Business to Business,” sambungnya.

Menurutnya, potensi SPAM Pegadungan 200 liter per detik. Lestariana meproyeksikan potensi sebesar itu bisa melayani 20.000 pelanggan di kota Singaraja. Dikatakan, dari mata air sebesar itu tentu tidak dambil semua oleh Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng. Sebab, ada juga penggunaan air untuk keperluan yang lain, diluar untuk air minum.

“Tentunya ambil lebih sedikit dari kapasitas yang tersedia. Ini peluang yang cukup bagus untuk pelayanan di Buleleng Tengah,” ujarnya.

Sementara untuk SPAM Ambengan juga sudah dilakukan FS mandiri oleh Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng. Kebutuhan dananya sekitar Rp 5 milyar.

“Kalau ini kami bisa menggunakan pinjaman bank atau juga bisa kami tawarkan ke pihak swasta untuk membiayai infrastrukturnya,” kata Lestariana.

Potensi SPAM di Ambengan sebesar 120 liter per detik. Namun, yang akan diambil oleh Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng di kisaran 50 liter per detik. Sisanya, kata dia, untuk keperluan yang lain diluar keperluan penyediaan air baku. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *