BULELENG – Sebagai wujud komitmen dalam mencetak generasi pemimpin masa depan, Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Bali sukses menyelenggarakan program “Leadership Camp” pada 25 hingga 30 Juni 2025. Kegiatan yang diikuti oleh 40 peserta dari berbagai sekolah di Bali ini dipusatkan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Buleleng.
Kegiatan yang terdiri dari Latihan Kepemimpinan Dasar (Basic Training) dan Latihan Kepemimpinan Menengah (Intermediate Training) ini mengusung tema yang sangat relevan dengan kondisi saat ini: “Membina Karakter Pelajar melalui Catur Bakti PII untuk Menciptakan Agent Of Change di Era Distraksi Digital”.
Ketua Umum PW PII Bali, Syahrul Ramadhan, dalam sambutannya, menyatakan bahwa tema ini dipilih sebagai respons atas tantangan yang dihadapi pelajar di era modern. “Kami melihat era digital membawa banyak kemudahan, namun juga distraksi yang luar biasa. Melalui Leadership Camp ini, kami ingin membentengi para pelajar dengan karakter yang kokoh berlandaskan nilai-nilai Catur Bakti PII, sehingga mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga agen perubahan yang positif,” ujarnya di sela-sela acara, Senin (30/6/2025).
Catur Bakti PII, yang meliputi Wahana Pelajar untuk Berlatih diri, Wahana Pelajar untuk Sukses Studi, Wahana Pelajar sebagai Alat Berjuang, dan Wahana Pelajar sebagai pembentuk Pribadi Muslim, menjadi ruh dari seluruh materi yang disampaikan. Para peserta tidak hanya dibekali dengan teori kepemimpinan, manajemen organisasi, dan keahlian berbicara di depan umum, tetapi juga pendalaman spiritual dan analisis terhadap isu-isu sosial kontemporer.
Ketua Umum PD PII Buleleng, Irfan Aditya Pratama, menegaskan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang untuk bangsa dan agama. “40 peserta yang hadir hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Di pundak merekalah harapan umat dan bangsa ini digantungkan. PII memiliki tanggung jawab historis untuk memastikan regenerasi kepemimpinan terus berjalan dengan baik,” tegasnya.
Dukungan penuh dari berbagai pihak menjadi kunci kesuksesan acara ini. Perwakilan KB PII Bali, Amoeng Abdurrahman, yang membantu banyak secara moral dan moril, menyambut baik inisiatif Para pengurus. “Kami sangat bangga bisa menjadi bagian dari upaya mulia ini. Pendidikan karakter tidak cukup hanya di ruang kelas. Sinergi antara lembaga pendidikan formal dengan organisasi pelajar seperti PII sangat esensial untuk membentuk pribadi yang utuh,” tuturnya.
Dukungan mengalir dari Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) se-Bali yang turut memberikan bimbingan dan motivasi kepada para peserta. Dengan berakhirnya Leadership Camp ini, diharapkan akan lahir kader-kader PII yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual, serta siap berkontribusi sebagai agent of change di tengah masyarakat. (bs)

