BANGLI – Hujan deras yang mengguyur sepanjang hari dan diikuti oleh angin kencang pada Rabu, 11 Desember 2024, menyebabkan 1 orang meninggal dunia akibat terseret arus banjir di Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Anak laki-laki berumur 10 tahun tersebut ditemukan di Banjar Batu Miyeh, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.
“Estimasi kerusakan yang ditimbulkan arus banjir tersebut mencapai Rp 190 juta,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Dr. Made Rentin, dalam keterangan persnya Jumat (13/12/2024). Informasi selengkapnya bisa baca di https://online.fliphtml5.com/peqfz/szps/
Selain itu, berdasarkan data yang dirangkum oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali serta BPBD kabupaten/kota se-Bali dalam 24 jam terakhir hingga Kamis, 12 Desember 2024, hujan deras dan angin kencang yang melanda hampir merata di seluruh Bali mengakibatkan sejumlah kejadian, meliputi pohon tumbang, banjir, senderan jebol dan tanah longsor.

Menurut Dr. Rentin, kejadian pohon tumbang tercatat di 14 titik di berbagai kabupaten/kota, dengan rincian di Kabupaten Jembrana 2 titik, Kabupaten Bangli 4 titik, Kabupaten Badung 2 titik, Kabupaten Gianyar 4 titik dan Kabupaten Karangasem 2 titik.
Sementara kejadian banjir di 1 titik di Kabupaten Bangli. Senderan jebol di 1 titik di Kabupaten Badung. Tanah longsor di 1 titik di Kabupaten Jembrana.
“Berdasarkan peringatan dini cuaca dan iklim dasarian II Desember 2024 dari BBMKG Wilayah III Badung, Bali sudah memasuki musim hujan. Warga dihimbau untuk mewaspadai curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan banjir dan longsor,” ujar Dr. Rentin. (bs)

