Dokter Caput Serahkan 16 Jilid Ensiklopedia Soekarno ke Perpusnas

JAKARTA – Dokter Ketut Putra Sedana menyerahkan 16 jilid Ensiklopedia Soekarno kepada Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia. Penyerahan ini dilakukan Dokter Caput bersama istrinya, Putu Dewi Puspitawati, yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Buleleng, di Gedung Layanan Perpusnas, Salemba, Jakarta, Senin (14/10/2024).

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Perpustakaan Perpusnas Mariana Ginting menyampaikan apresiasinya atas sumbangan 16 Ensiklopedia Soekarno dari Dokter Caput –sapaan akrab Dr. Ketut Putra Sedana– tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Dokter Ketut Putra Sedana dan Ibu Putu Dewi Puspitawati atas kontribusi luar biasa ini. Ensiklopedia Soekarno yang lengkap ini akan memperkaya koleksi referensi langka Perpusnas,” tuturnya.

Mariana Ginting juga menyatakan, Perpusnas berkomitmen untuk mendigitalisasikan koleksi tersebut agar dapat diakses secara daring melalui aplikasi Kastara, platform digital milik Perpusnas. Upaya ini selaras dengan usulan dari Dokter Caput.

Selain itu, Mariana memberitahukan bahwa penyerahan ini sejalan dengan komitmen Perpusnas dalam melaksanakan fungsi deposit berdasarkan Undang-Undang No. 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.

“Koleksi langka seperti ini akan dilestarikan oleh Perpusnas, apalagi ini satu-satunya, wajib kita memberikan akses ke masyarakat juga, bukan hanya untuk disimpan,” sambungnya.

Kumpulan jilid ensiklopedia ini berisi kliping pemberitaan dari tahun 1927 hingga 1970, tahun wafatnya Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Caput mengungkapkan, dirinya dengan teliti menghimpun artikel-artikel dari berbagai surat kabar tentang perjalanan hidup Bung Karno.

Ia mulai mengumpulkan artikel-artikel ini sejak dua tahun lalu, terinspirasi oleh arsip-arsip surat kabar yang ditemukan di rumah temannya dalam kondisi berserakan dan tidak terorganisir.

Dokter Caput berharap ensiklopedia ini dapat diakses secara luas oleh masyarakat, terutama generasi milenial dan gen Z sebagai referensi sejarah nasional yang mengandung nilai-nilai penting dari perjuangan proklamator Indonesia.

“Penyerahan ensiklopedia ini adalah wujud sumbangsih saya kepada negara dan generasi penerus. Saya berharap koleksi ini dapat membantu menumbuhkan rasa nasionalisme untuk tidak melupakan sejarah,” pungkas dokter  spesialis kandungan ini. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *