JEMBRANA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bali telah mengeluarkan klarifikasi terkait pesan yang diunggah akun media sosial “IMM Riau Melawan”. Pesan ini dinyatakan sebagai informasi palsu yang tidak terkait dengan DPD IMM Bali.
Ketua DPD IMM Bali, M. Faiz Ali Hidayat, mengungkapkan kekecewaannya atas tersebarnya berita tidak akurat tersebut. “Kami sangat menyayangkan segala berita yang mungkin menyesatkan, mengkhawatirkan, dan berpotensi memicu konflik. Pesan ini disebarkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang mewakili IMM. Dengan ini kami tegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak benar,” ujarnya.
Menurut Ketua DPD IMM Bali, pesan yang diunggah dari akun tersebut dapat memicu konflik antar organisasi dan dapat menimbulkan kerugian dan mengganggu keharmonisan atau toleransi. “Ini merupakan perbuatan dari pihak tertentu yang berupaya merusak nama baik mahasiswa, khususnya dalam hubungan antar organisasi. Tidak ada bukti dalam pemberitaan yang membuktikan keterlibatan organisasi yang disebutkan dalam kegiatan anti pemerintah atau propaganda komunisme,” tegasnya.
Selain itu, Ketua DPD IMM Bali menyampaikan bahwa IMM Bali selalu terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi termasuk aksi bersama yang melibatkan kelompok Cipayung, yang merupakan bagian dari semangat persatuan dan kolaborasi antar organisasi mahasiswa di Bali. “Kami telah bekerja sama dengan berbagai organisasi mahasiswa dan tidak pernah ada indikasi tanda-tanda seperti yang telah diberitakan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD IMM Bali juga menyatakan bahwa IMM Bali akan terus berpegang teguh pada prinsip-prinsip Muhammadiyah dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, keumatan dan keadilan. DPD IMM Bali juga berupaya untuk terus menjaga hubungan harmonis kepada semua pihak.
Pernyataan ini disampaikan setelah IMM Bali menerima berbagai laporan dari anggota dan simpatisan mengenai pesan yang disebarkan oleh akun “IMM Riau Melawan”. Ketua DPD IMM Bali menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap upaya pencemaran nama baik IMM, khususnya IMM Bali.
Pada tanggal 8 September 2024, dalam acara pelantikan Pimpinan Cabang (PC) IMM Jembrana, Ketua DPD IMM Bali kembali menegaskan klarifikasi tersebut kepada anggota IMM yang hadir. “Berita ini sengaja disebarkan oleh orang-orang yang ingin mencoreng citra IMM Bali. Sekali lagi kami tegaskan bahwa informasi tersebut sepenuhnya salah dan tidak berdasar,” tegasnya.
Ia juga menghimbau serta mengajak kepada anggota IMM di seluruh Indonesia agar tidak mudah terpengaruh dengan pemberitaan yang belum terkonfirmasi. “Sangat penting bagi kita semua untuk selalu memeriksa kebenaran sebelum menyebarkan informasi. Pesan-pesan palsu seperti itu dapat merusak persatuan di kalangan siswa,” lanjutnya.
IMM Bali akan mengambil tindakan hukum jika ditemukan bukti lebih lanjut mengenai oknum atau pihak yang terlibat dalam penyebaran berita palsu. “Kami akan menyelidiki sumber dari informasi ini dan mempertimbangkan langkah-langkah hukum yang diperlukan untuk melindungi nama baik organisasi kami,” jelas Ketua DPD IMM Bali.
Selanjutnya, IMM Bali akan terus bekerja sama dengan dewan pimpinan pusat IMM dan organisasi terkait lainnya untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. “Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menyebarkan informasi,” lanjutnya.
Lebih lanjut, IMM Bali juga menegaskan, aktivitas organisasi tidak akan terganggu akibat misinformasi yang tidak bertanggung jawab tersebut dan akan tetap berjalan seperti biasa. “Kami tetap fokus pada program yang kami rencanakan, meliputi kegiatan sosial, pendidikan, dan advokasi yang kami lakukan untuk kepentingan masyarakat,” tambahnya.
IMM Bali juga mengimbau seluruh kadernya agar tetap tenang dan tidak terprovokasi atas pemberitaan yang tidak bertanggung jawab. “Kami meminta seluruh kader IMM untuk tetap fokus pada tujuan organisasi dan tidak terpengaruh oleh pesan-pesan yang sengaja dirancang untuk saling mengadu domba,” lanjut Ketua DPD IMM Bali.
Terakhir, Ketua DPD IMM Bali berharap masyarakat luas lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang tersebar di media sosial. “Kami ingin masyarakat bisa menerima informasi secara lebih selektif, terutama dari sumber yang tidak jelas atau tidak dapat dipercaya,” tutupnya. (bs)

