Bangun Komunikasi, Jejaring dan Relasi dalam Aksi Sosial, BSC Gelar Live Discussion Project

BULELENG – Generasi muda harus diberikan ruang untuk ikut terlibat menuangkan ide-ide, program, atau kebijakan kritis yang ada pada lingkungan sosial di Buleleng, sehingga generasi Z itu memiliki keberanian, niat, kepedulian serta empati terhadap sesama.

“Kritis itu dalam artian dengan memberi solusi terhadap pemegang kebijakan, stakeholder terkait sehingga ada bahan program-program kebijakan yang dilakukan untuk Buleleng lebih maju,” harap Eka Tirtayana, selaku Ketua Yayasan Buleleng Sosial Community dalam live event Discussion Project generasi muda peduli sesama di Gedung PLUT Singaraja, Sabtu (22/6/2024).

Menurut Eka Tirta, ruang publik untuk diskusi seperti ini masih minim dilakukan dengan jumlah generasi muda atau generasi Z. Diskusi ini kita lakukan memfasilitasi anak muda menuangkan ide gagasannya dalam pembangunan Buleleng ke depannya, khususnya aspek sosial.

“Sesuai data BPS Provinsi Bali, peta penduduk generasi muda sekarang sebanyak 60-70%. Untuk itu, kita berikan ruang berkreasi membangun generasi muda sebagai digital natives yang penuh keakraban alami dengan teknologi komunikasi modern untuk peka terhadap isu sosial,” jelasnya.

Ia berpesan, dalam menjalankan aksi sosial, kepercayaan menjadi kunci, karena jika masyarakat para donatur percaya akan yayasannya seperti transparansi pengelolaan keuangan, pertanggungjawaban dan niat yang tulus membantu sesama tentunya keberlangsungan yayasan akan terus berlanjut.

Diskusi yang menghadirkan narasumber Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi STAH Negeri Mpu Kuturan dan perwakilan dari Yayasan Sesama serta peserta dari kampus-kampus dan siswa SMK/SMA ini berjalan sangat alot. Banyak hal yang dicerna, tambahan pengetahuan dalam berorganisasi, relasi serta pengalaman dari relawan dalam menjalankan aksi kemanusiaan di Buleleng.

Salah satu peserta Gede Agus Eka Pratama, selaku Ketua BEM STAHN Mpu Kuturan Singaraja mengatakan, setelah diskusi ini pihaknya dapat membangun relasi kepada yayasan sosial di Buleleng, karena dalam waktu dekat ini akan mengadakan pengabdian kepada masyarakat berupa bakti sosial penanaman pohon, bantuan lansia dan disabilitas.

“Kami di kampus terbatas sekali pembiayaan dalam pengabdian masyarakat, dengan diskusi ini kami mendapat jejaring, kolaborasi serta relasi dari IDI yang sebelumnya rencana baksos kesehatan tidak kami lakukan sekarang dapat kami gelar. Tentunya dampaknya akan lebih besar ke masyarakat. Sangat bersyukur sekali dengan adanya kegiatan diskusi ini,” ungkapnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *