JEMBRANA – Menggembleng anak-anak sejak dini agar memiliki kemandirian dan karakter yang kuat dalam agama dan pendidikan menjadi fokus pengelola Panti Asuhan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Jembrana. Anak-anak panti asuhan harus siap dengan mental dan spiritual yang kokoh menghadapi kehidupan di masa depan yang penuh tantangan.
Ketua Panti Asuhan LKSA Muhammdiyah Jembrana, Sugini, S.Pd., menjelaskan, sejumlah program dirancang untuk melahirkan anak-anak panti asuhan yang semacam itu. “Selain bidang studi yang ditempuh, anak-anak juga mengikuti ekstrakurikuler berupa mengaji, bahasa Arab, bahasa Inggris dan potensi pelatihan komputer,” paparnya, saat ditemui di sela-sela pemotongan hewan di Panti Asuhan LKSA Muhammadiyah Jembrana di Dauhwaru, Selasa (18/6/2024).
Kata dia, anak-anak Panti Asuhan LKSA Muhammadiyah Jembrana juga mendapat pembinaan dari alumni dan pengurus pondok yang benar-benar paham sesuai bidangnya. Anak-anak yang berumur 7 hingga 17 tahun itu benar-benar dilatih berjiwa disiplin, dan memegang teguh syariat agama.
Menurut Sugini, fasilitas panti asuhan juga disiapkan untuk mendukung semua itu. Dilengkapi sejumlah ruangan, baik ruang tamu, ruang makan, untuk kamar tidur, serta tempat rak buku/tas yang sangat rapi.
Lokasi Panti Asuhan LKSA Muhammadiyah ada di dua tempat, yakni di Dauhwaru untuk anak-anak laki-laki dan di Desa Banyubiru untuk anak-anak perempuan. Panti asuhan yang didirikan pada tahun 1997 dengan ijin SK tahun 1999 ini mengasuh total 35 anak-anak. Terdiri dari 15 anak-anak asuhan dalam, 20 anak-anak asuhan luar. Anak laki-laki asuhan dalam 9, dan perempuan ada 6, serta asuhan luar terdiri 9 laki-laki dan 11 perempuan.
Sementara penasehat Panti Asuhan LKSA Muhammdiyah Jembrana, Hajjah Darul Nurida, menjelaskan, bahwa sejak didirikan hingga kini, panti ini memang fokus pada penguatan agama dan pendidikan, untuk menjadi bekal anak-anak kelak.
Ia bersyukur banyak yang peduli akan kelangsungan kehidupan panti ini. Termasuk kepedulian dari pemerintah daerah, yakni Dinas Sosial Jembrana, Kejaksaan Negeri Jembrana, Kodim 1617/Jembrana, dan Polres Jembrana. “Mereka sangat memperhatikan anak-anak panti,” katanya.
Menurutnya, dibutuhkan sinergitas yang lebih meluas, baik dengan Kepolisian dan pihak-pihak terkait untuk memberikan edukasi kepada anak-anak panti asuhan. Misalnya edukasi bagaimana mencegah kenakalan pada anak, pelecehan seksual, serta bahaya narkoba yang sangat merusak generasi muda. Dengan demikian, anak-anak panti bisa menyaring informasi yang lebih akurat.
Hajjah Darul Nurida juga menekankan pentingnya mendorong anak-anak terus berprestasi dalam pendidikannya. Apalagi donator yang juga sering memberikan semangat panti asuhan untuk menunjang anak-anak panti berprestasi. Bahkan ada yang rela mengajar di panti asuhan tanpa digaji. “Untuk pendidikan di panti, kita sangat prioritaskan bahkan ada yang sampai ke jenjang S2 di luar Bali,” jelasnya.
Selam aini, kata dia, pengurus dan anggota di panti ini sudah membuktikan keteguhan dan keikhlasan. Mengabdi demi kepentingan umat, bangsa dan negara. Ia selalu mengingatkan semboyan di Muhammdiyah, yakni “Hidup-hidupilah Muhammdiyah, jangan cari penghidupan di Muhammdiyah”. Pesan yang memiliki makna yang sangat mendalam seperti disampaikan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.
Sementara itu, untuk penyembelihan hewan qurban, menurut Ketua Panti Asuhan LKSA Muhammadiyah Jembrana, Sugini, S.Pd., menjelaskan, pada Idul Adha tahun ini pihaknya mendapat bantuan 1 sapi, dan 1 kambing dari donatur. “Alhamdulillah selain dinikmati untuk anak-anak panti juga menyalurkan ke panti asuhan luar. Juga distok untuk kebutuhan asumsi gizi anak-anak. Ada juga yang dibagikan ke tetangga sekitar panti,” ujarnya. (bs)

