Pj. Bupati Buleleng Ajak Masyarakat Bijak Memakai Air

BULELENG – Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, mengingatkan akan pentingnya menjaga dan melestarikan air di Kabupaten Buleleng agar tidak ada permasalahan terkait air di masa depan. Karena itu, ia mengajak masyarakat Buleleng untuk bijak memakai air.

Itu disampaikan Pj. Bupati Buleleng saat mengisi dialog di Studio Pro 1 RRI Singaraja, Jumat (17/5/2024). “World Water Forum ini harus kita jadikan momentum penyadaran atas nilai yang diwarisi leluhur. Maka bentuk dan upaya yang perlu kita lakukan adalah tidak sekadar melestarikan, tetapi juga menyadarkan diri kita betapa pentingnya setetes air bagi kehidupan,” ujar Lihadnyana.

Ia mengatakan, Buleleng akan serius menangani permasalahan air. Salah satunya dengan memanfaatkan bendungan yang ada. Hal tersebut dilakukan agar kebutuhan air di wilayah terluas di Pulau Bali ini bisa terpenuhi.

Saat ini beberapa wilayah di Buleleng tercatat berpotensi mengalami krisis air di musim kemarau. Menurut Pj. Bupati Buleleng seharusnya hal itu terjadi apabila sumber-sumber air yang ada bisa dikelola dengan baik. “Kita memiliki banyak bendungan. Kalau itu dijalankan, saya rasa Buleleng tidak akan kekurangan air,” katanya.

Menurut Lihadnyana, permasalahan air adalah permasalah krusial. Salah satu cara untuk melestarikan air demi menjaga keberlangsungan hidup adalah dengan cara menanami lahan-lahan kritis. Selain itu, kunci utama untuk mengantisipasi krisis air yang berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan adalah dengan bijak menggunakan sumber-sumber air yang ada.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Buleleng, I Putu Adipta Ekaputra, mengatakan, terkait air di Bali sudah diatur oleh sistem subak yang terbukti adil dalam menjaga stabilitas dan pembagian air secara merata. Dikatakan, sistem subak merupakan sistem pengairan yang sudah ada dari dulu di Bali. Sistem ini sangat adil, luhur, menjaga stabilitas pangan, dan air.

Saat ini upaya konkret yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk melestarikan air adalah dengan melakukan penghijauan di kawasan hutan dan rutin menggelar pembersihan di saluran air, baik itu di area selokan, sungai, atau pantai. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *