- Esai Muhammad Qosim, S.Pd.SD
HARI Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober menjadi momentum yang istimewa bagi para santri Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Buleleng.
Dalam memperingati Hari Santri Nasional tahun ini Kementerian Agama Kabupaten Buleleng melalui Seksi Pendidikan Islam akan melaksanakan berbagai kegiatan untuk meramaikannya, yaitu Festival Drumband, Lomba Paduan Suara Mars Hari Santri, Anugerah Guru/Ustadz Inspiratif Dedikatif, sampai puncak acaranya yaitu Apel HSN 2023. Apel ini akan melibatkan lebih dari 2.000 santri se-Kabupaten Buleleng di lapangan Taman Kota Singaraja pada tanggal 23 Oktober 2023.

Hari Santri tahun ini menjadi momentum penting untuk dimaknai sebagai refleksi terhadap pendidikan Islam di Buleleng pada lembaga madrasah maupun pondok pesantren untuk lebih baik dan lebih maju serta mampu berdaya saing.
Keberadaan santri di Buleleng sudah sejak lama eksis, terlihat dengan beberapa pesantren dan madrasah yang sudah berdiri puluhan tahun seperti Madrasah Miftahul Ulum Pegayaman yang sudah berdiri sejak tahun 1955. Serta madrasah lainnya di beberapa wilayah barat Buleleng.
Maraknya kasus perundungan yang dialami pelajar maupun guru/ pendidik akhir-akhir ini sangat memprihatinkan dan harus secara cepat untuk diatasi. Kasus seperti itu harus diantisipasi agar jangan sampai terjadi di dunia pendidikan di Buleleng, terutama di dunia pendidikan Islam.

Karakteristik santri yang melekat yaitu yang dalam sikap dan tingkah lakunya mengembangkan nilai keikhlasan, kesabaran, suka membantu, tawaddu, memuliakan orang tua, dan guru, saya yakin akan menjauhkan santri dari prilaku perundungan.
Karena itu sikap santri yang ikhlas, sabar, suka membantu, tawaddu, dan memuliakan orangtua dan guru, harus terus ditumbuhkan dan dikembangkan di kalangan santri atau peserta didik, sehingga mereka terus berusaha memperbaiki karakter dan akhlaknya. Dan tentu saja itu diharapkan menjadi solusi mengatasi permasalahan pendidikan saat ini seperti degradasi moral yang mengakibatkan maraknya kasus perundungan saat ini.
Santri bukan hanya orang yang belajar agama di pesantren, namun siapa saja orang yang belajar agama dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik disebut juga sebagai santri. []
*) Penulis adalah pendidik yang kini menjabat Kepala MIN 2 Buleleng

