Sertifikasi Metode Ummi, Dorong Pembelajaran Al-Qur’an Lebih Terstandar

BULELENG – Upaya meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur’an di Kabupaten Buleleng terus diperkuat melalui kolaborasi lembaga pendidikan Islam, guru Al-Qur’an, dan para trainer. Salah satunya diwujudkan melalui Kegiatan Sertifikasi Guru Al-Qur’an Metode Ummi, yang menjadi tindak lanjut dari sosialisasi Metode Ummi kepada sejumlah lembaga pendidikan Islam di Kabupaten Buleleng.

Kegiatan tersebut diikuti para guru Al-Qur’an dari lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Mardlatillah, Yayasan Umi Hasanah, Sekolah Muhammadiyah, serta sejumlah Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kabupaten Buleleng.

Sertifikasi ini tidak sekadar menjadi forum pelatihan teknis, tetapi diarahkan sebagai bagian dari ikhtiar membangun sistem pembelajaran Al-Qur’an yang lebih sistematis, terstandar, terukur, dan berkelanjutan. Para guru dibekali pemahaman dan keterampilan agar mampu menerapkan Metode Ummi secara tepat serta menyesuaikannya dengan kebutuhan pembelajaran di masing-masing lembaga.

Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan pada sejumlah aspek penting pembelajaran Al-Qur’an, meliputi tahsin, tahfizh, metodologi pengajaran, pengelolaan pembelajaran, hingga standar kualitas bacaan Al-Qur’an.

Dengan pembekalan tersebut, guru diharapkan tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memiliki kompetensi pedagogis untuk mengajarkannya secara efektif kepada peserta didik.

Menyamakan Standar Pembelajaran

Metode Ummi dikembangkan dengan pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang menekankan kualitas bacaan, tahapan pembelajaran, konsistensi metodologi, dan pembinaan guru. Karena itu, sertifikasi guru menjadi bagian penting dalam memastikan metode yang diterapkan di lembaga pendidikan tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam proses pembelajaran.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk menyamakan persepsi dan standar pembelajaran Al-Qur’an di antara lembaga-lembaga yang terlibat. Kesamaan standar tersebut penting agar kualitas pembelajaran tidak terlalu bergantung pada pendekatan individual masing-masing guru.

Pelatihan dan sertifikasi diisi oleh para Trainer Metode Ummi, yakni Ustaz Edi Santoso, S.Pd., Ustaz Andri Kurniawan, S.E., dan Ustazah Dian Sulistiyani, S.Si. Adapun Koordinator Trainer dan Pelatihan dipercayakan kepada Ustazah Titik Imroatus Sholihah, S.Pd.I., M.Pd.

Kehadiran para trainer diharapkan mampu memberikan penguatan kompetensi sekaligus memastikan para peserta memahami standar dan praktik pembelajaran Metode Ummi secara utuh.

Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi dan kualitas guru Al-Qur’an di lembaga pendidikan Islam Kabupaten Buleleng. Selain itu, program diarahkan untuk membekali guru agar mampu menerapkan Metode Ummi secara tepat dan konsisten, menyamakan standar pembelajaran, membangun kesiapan lembaga dalam menerapkan sistem pembelajaran yang terstruktur, serta mempersiapkan guru mengikuti tahapan sertifikasi dan pembinaan lanjutan.

Tidak Berhenti pada Pelatihan

Salah satu hal penting dalam program ini adalah memastikan sertifikasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Karena itu, sejumlah rencana tindak lanjut telah disiapkan.

Pendampingan implementasi menjadi langkah pertama. Lembaga peserta akan didampingi dalam menerapkan Metode Ummi di kelas sehingga berbagai konsep yang diperoleh selama pelatihan dapat diterjemahkan menjadi praktik pembelajaran nyata.

Selanjutnya dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Evaluasi tidak hanya menyasar proses pembelajaran, tetapi juga kompetensi guru dan perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik.

Pembinaan guru secara berkelanjutan juga menjadi agenda penting melalui kegiatan upgrading dan evaluasi berkala. Langkah ini diperlukan untuk menjaga konsistensi kualitas sekaligus memberikan ruang bagi guru untuk terus meningkatkan kompetensinya.

Program juga diarahkan pada penguatan sistem mutu lembaga. Setiap lembaga diharapkan memiliki standar pembelajaran, administrasi, target capaian, dan sistem evaluasi yang jelas. Dengan demikian, pembelajaran Al-Qur’an dapat dikelola sebagai sebuah sistem pendidikan, bukan sekadar kegiatan tambahan.

Tahapan lanjutan seperti munaqosyah, khataman, dan imtihan juga dipersiapkan sesuai dengan ketentuan program Metode Ummi. Di sisi lain, komunikasi dan kolaborasi antarlembaga pendidikan Islam akan diperkuat melalui pembentukan jejaring sebagai ruang berbagi pengalaman dan praktik baik.

Guru Al-Qur’an Punya Peran Strategis

Kegiatan sertifikasi tersebut ditutup oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Lewa Karma. Dalam sambutannya, Lewa memberikan apresiasi terhadap inisiatif dan kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di Buleleng.

Menurutnya, sinergi antara madrasah, TPQ/RTQ, guru dan berbagai lembaga pendidikan Islam merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan literasi Al-Qur’an generasi muda.

“Upaya yang dilakukan secara kolaboratif oleh madrasah dan TPQ/RTQ merupakan wujud nyata para guru dan ustaz dalam memutus mata rantai buta huruf dan buta tajwid,” ujar Lewa.

Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an tidak cukup dipahami sebagai kemampuan teknis semata. Literasi Al-Qur’an merupakan bagian penting dari pembentukan karakter dan penguatan kehidupan keagamaan peserta didik.

Karena itu, program peningkatan kompetensi guru Al-Qur’an harus dilakukan secara serius, terencana dan berkelanjutan.

Lewa juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan penguatan Literasi Al-Qur’an dan Program Tuntas Baca Qur’an (TBQ) yang terus didorong Kementerian Agama. Menurutnya, program tersebut akan berjalan efektif apabila didukung guru yang kompeten, metode pembelajaran yang jelas, lembaga yang memiliki sistem mutu, serta pendampingan yang konsisten.

“Literasi Al-Qur’an dan Program Tuntas Baca Qur’an yang digaungkan Kementerian Agama harus kita dorong agar berjalan efektif. Karena itu, peningkatan kualitas guru menjadi salah satu kuncinya,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Lewa juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam kegiatan, khususnya para trainer dan mentor, peserta, serta para penggagas program.

Lewa berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan kepada para peserta, tetapi juga mendatangkan keberkahan dan manfaat yang luas bagi lembaga pendidikan dan masyarakat.

Menuju Gerakan Mutu Al-Qur’an di Buleleng

Sertifikasi Guru Al-Qur’an Metode Ummi pada akhirnya perlu ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas. Tantangan pembelajaran Al-Qur’an saat ini bukan hanya bagaimana anak dapat membaca huruf hijaiyah, tetapi bagaimana kemampuan tersebut dibangun melalui proses pendidikan yang berkualitas, terukur dan konsisten.

Karena itu, keberhasilan program tidak seharusnya diukur dari berapa banyak guru yang mengikuti pelatihan atau memperoleh sertifikasi. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana kompetensi guru meningkat dan kemampuan baca Al-Qur’an peserta didik mengalami perkembangan nyata.

Di sinilah pentingnya kesinambungan antara pelatihan, implementasi, pendampingan, evaluasi dan penguatan kelembagaan.

Kolaborasi antara trainer, koordinator pelatihan, guru dan lembaga pendidikan menjadi modal penting untuk memastikan Metode Ummi tidak berhenti sebagai sebuah program pelatihan. Lebih jauh, metode tersebut diharapkan berkembang menjadi bagian dari gerakan peningkatan mutu pembelajaran Al-Qur’an di Kabupaten Buleleng.

Gerakan tersebut membutuhkan konsistensi. Guru harus terus belajar, lembaga harus membangun sistem, trainer harus melakukan pendampingan, dan pemerintah perlu memastikan ekosistem pendidikan Al-Qur’an mendapatkan dukungan yang memadai.

Dengan langkah tersebut, sertifikasi bukan menjadi titik akhir, melainkan awal dari proses panjang membangun guru Al-Qur’an yang kompeten dan pembelajaran Al-Qur’an yang bermutu.

Dari ruang pelatihan, ikhtiar itu diharapkan bergerak ke ruang kelas, kemudian sampai kepada peserta didik, keluarga dan masyarakat. Pada titik itulah cita-cita besar untuk meningkatkan literasi Al-Qur’an dan mewujudkan santi TPQ/Madrasah di Buleleng yang mampu membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an dapat diwujudkan secara lebih nyata. (bs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *