Kemenag Buleleng Dukung LESTARI Wujud Nyata Ekoteologi

BULELENG – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng menunjukkan dukungan nyata terhadap komitmen pelestarian lingkungan melalui partisipasi dalam kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar.

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengusung tema “LESTARI”, akronim dari Lestarikan Ekosistem, Selamatkan Tukik, Asri Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda Buleleng, OPD, Pemerintah Kecamatan Banjar, kelompok pelestari lingkungan serta berbagai unsur masyarakat. Dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng hadir mewakili pimpinan, Plt. Kasubag Tata Usaha, Ketut Yudiastama, didampingi Kasi Pendidikan Islam Lewa Karma, Kasi Urusan Agama Hindu, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, serta sejumlah pegawai dari berbagai unsur satuan kerja Kemenag Buleleng.

Kehadiran jajaran Kemenag Buleleng menjadi bentuk dukungan langsung terhadap program Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan habitat penyu dan kelestarian ekosistem laut.

Kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa momentum peringatan kemerdekaan tidak seharusnya hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial. Peringatan HUT Kemerdekaan, menurutnya, juga harus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.

Pesan tersebut menemukan relevansinya dalam kegiatan bersih pantai dan pelepasan tukik. Kemerdekaan tidak hanya berbicara mengenai terbebasnya bangsa dari penjajahan, tetapi juga tanggung jawab generasi masa kini untuk menjaga ruang hidup, sumber daya alam dan lingkungan bagi generasi yang akan datang.

Kegiatan ini diinisiasi oleh kelompok pelestari lingkungan Sea Turtle Ranger Conservation Center (STRCC) Buleleng. Selain menjadi gerakan pelestarian lingkungan, kegiatan tersebut juga membawa semangat untuk membangkitkan kembali optimisme dan kepedulian masyarakat setelah wilayah setempat sempat terdampak bencana banjir.

Pelaksana teknis kegiatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, I Gede Putra Aryana, menjelaskan bahwa kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik merupakan bentuk kolaborasi pemerintah bersama berbagai unsur masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir.

Kolaborasi tersebut menjadi pesan penting bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah seorang diri. Kelestarian pesisir membutuhkan keterlibatan masyarakat, komunitas lingkungan, lembaga pendidikan, tokoh agama dan seluruh pemangku kepentingan. Semakin luas partisipasi publik, semakin besar pula peluang untuk membangun kesadaran ekologis secara berkelanjutan.

Bagi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, keterlibatan dalam kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas. Kehadiran ASN Kemenag Buleleng merupakan wujud nyata implementasi Program Nasional Ekoteologi, yang menempatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian penting dari penguatan nilai keagamaan dan tanggung jawab manusia terhadap alam.

Secara terpisah, Kasi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Lewa Karma, menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng agar kegiatan pelestarian lingkungan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Agama.

Menurutnya, semangat Ekoteologi yang digagas Kementerian Agama memiliki irisan yang kuat dengan program pelestarian lingkungan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Implementasinya dapat diperkuat melalui keterlibatan penyuluh agama lintas agama, lembaga keagamaan dan seluruh ASN Kementerian Agama dalam membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat.

“Kegiatan pelepasan tukik hari ini menjadi bagian penting dari upaya menjaga keberlangsungan populasi penyu di wilayah pesisir Buleleng dan bukti nyata linieritas Ekoteologi dengan program daerah,” tegas Lewa Karma.

Ia menambahkan bahwa persoalan lingkungan harus menjadi kepedulian bersama. Nilai agama, menurutnya, tidak cukup hanya berhenti pada penguatan hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama manusia, tetapi juga harus diwujudkan dalam tanggung jawab menjaga alam sebagai ruang kehidupan bersama.

Karena itu, kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik tidak semata memiliki makna aksi sosial dan lingkungan, melainkan juga menjadi ruang aktualisasi nilai keagamaan dalam kehidupan nyata. Menjaga kebersihan pantai, melindungi habitat penyu dan memelihara keseimbangan ekosistem merupakan bagian dari tanggung jawab manusia untuk tidak merusak kehidupan yang telah diwariskan kepada generasi berikutnya.

Partisipasi Kemenag Buleleng sekaligus mempertegas pentingnya membangun gerakan lingkungan berbasis kolaborasi. Pemerintah daerah dapat menjadi penggerak kebijakan, komunitas lingkungan menjadi penjaga dan pelaksana konservasi, sementara Kementerian Agama bersama para penyuluh lintas agama memiliki posisi strategis untuk memperluas pesan moral dan kesadaran ekologis hingga ke tengah masyarakat.

Melalui semangat LESTARI, Lestarikan Ekosistem, Selamatkan Tukik, Asri Republik Indonesia, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pantai Banjar tidak hanya menghadirkan simbol perayaan nasional. Lebih dari itu, kegiatan ini mengingatkan bahwa kemerdekaan harus diwariskan dalam bentuk lingkungan yang bersih, laut yang lestari dan ekosistem yang tetap terjaga.

Kemenag Buleleng pun menyatakan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari gerakan bersama tersebut. Ke depan, dukungan dan sinergi dengan Pemkab Buleleng diharapkan terus diperkuat melalui kegiatan serupa di berbagai kawasan pesisir dan lingkungan lainnya.

Dari Pantai Banjar, pesan kemerdekaan itu kembali ditegaskan: mencintai Indonesia tidak cukup dengan mengenang perjuangan para pendahulu, tetapi juga dengan menjaga tanah, laut dan seluruh ekosistemnya agar tetap lestari bagi generasi yang akan datang. (bs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *