BULELENG – Pembinaan minat dan bakat seni musik bagi pelajar SMP/MTs di Kecamatan Gerokgak mulai diarahkan menjadi program yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Hal itu ditandai dengan penyerahan bantuan alat musik secara langsung oleh Chris E. Brown, owner ReffTunes Musik Studio, bersama Prof. Nowak Foundation, pada Jumat (21/8/2026).
Program ini didampingi SMA Negeri 2 Gerokgak melalui kegiatan ekstrakurikuler Musik dan Vokal. Bentuk program tidak berhenti pada pemberian bantuan alat musik, tetapi mencakup pembinaan, kompetisi, penyediaan panggung kreativitas serta penguatan komunikasi dan koordinasi pembina musik lintas sekolah.
Tahap pertama bantuan diberikan kepada seluruh partisipan Smandara Music Competition, yakni SMP Negeri 2 Gerokgak, SMP Nusa Dua Gerokgak, MTs Sunan Ampel, SMP Satap Gerokgak, SMP Negeri 6 Gerokgak, SMP Negeri 4 Gerokgak dan MTs Nurul Huda Gondol. Selanjutnya, tahap kedua akan diperluas kepada SMP/MTs yang belum memperoleh bantuan serta SMA/SMK/MA yang aktif melakukan pembinaan musik.
Secara substantif, program ini penting karena persoalan pembinaan seni di sekolah tidak hanya berkaitan dengan keberadaan siswa berbakat, tetapi juga ketersediaan instrumen, pembina, ruang latihan dan kesempatan tampil. Karena itu, bantuan alat musik seharusnya dipandang sebagai investasi awal untuk membangun ekosistem pembelajaran seni, bukan sekadar bantuan material.
Tujuan utama program adalah memfasilitasi pembinaan minat dan bakat siswa dalam bidang musik, menyediakan wadah dan panggung kreativitas, sekaligus membangun ruang komunikasi, koordinasi dan konsolidasi para pembina ekstrakurikuler musik lintas sekolah.
Sejumlah penelitian memperkuat pentingnya pendidikan musik bagi perkembangan siswa. Váradi (2022) dalam telaah terhadap berbagai penelitian menemukan hubungan positif pendidikan musik dengan perkembangan keterampilan sosial-emosional, termasuk empati, kemampuan berinteraksi dan pengembangan diri.
Sementara Blasco-Magraner dkk. (2021) menunjukkan bahwa pendidikan musik dapat berkontribusi terhadap perkembangan emosional, keterampilan prososial dan kreativitas anak.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa musik bukan sekadar aktivitas hiburan. Di sekolah, musik dapat menjadi medium pendidikan karakter, kreativitas, disiplin dan kolaborasi.
Ketika siswa berlatih dalam sebuah kelompok musik, mereka belajar mendengar, menyesuaikan diri, menghargai peran orang lain, mengendalikan ego dan bertanggung jawab terhadap hasil bersama.
Penelitian Wang dan Odena (2025) juga menunjukkan bahwa pembelajaran musik pada jenjang sekolah menengah dapat memperkuat pertemanan, motivasi dan kepercayaan diri siswa. Sementara penelitian Sarikaya dan Kibici (2026) memperlihatkan bahwa pembelajaran musik berbasis STEAM berpengaruh positif terhadap hasil belajar musik dan kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah menengah.
Dengan demikian, program pembinaan musik di Gerokgak memiliki relevansi yang lebih luas dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Siswa tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga perlu memperoleh ruang untuk mengembangkan kreativitas, ekspresi, komunikasi dan aspirasi seni.
Fasilitator program dari SMA Negeri 2 Gerokgak, Suwardi Rasyid, menegaskan pentingnya kemitraan tersebut. “Kemitraan ini merupakan wujud nyata sekolah dan Nowak Foundation merawat ekosistem musik dan seni,” katanya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa program ini tidak diarahkan sebagai kegiatan sesaat, melainkan sebagai upaya merawat kesinambungan ekosistem seni di lingkungan pendidikan. Sekolah menjadi ruang pembinaan, sementara mitra dan komunitas dapat memperkuat dukungan instrumen, jejaring, pengalaman serta panggung bagi siswa.
Apresiasi juga disampaikan Kasi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Lewa Karma. Ia mengapresiasi inisiator dan SMA Negeri 2 Gerokgak yang telah melibatkan serta memberikan perhatian kepada madrasah, khususnya MTs di wilayah Gerokgak.
“Kami mengapresiasi inisiator dan SMAN 2 Gerokgak yang telah melibatkan dan memperhatikan madrasah, khususnya MTs di wilayah Gerokgak. Semoga kemitraan ini membawa dampak yang baik dalam pengembangan minat dan bakat musik siswa,” ujar Lewa Karma.
Keterlibatan MTs dalam program ini memiliki arti penting karena pembinaan talenta seharusnya tidak dibatasi oleh sekat kelembagaan. SMP dan MTs memiliki hak dan peluang yang sama untuk memperoleh akses terhadap pengembangan bakat dan kreativitas siswa. Kolaborasi lintas sekolah justru dapat menciptakan ruang pendidikan yang lebih inklusif.
Ke depan, keberhasilan program sebaiknya tidak hanya diukur dari jumlah alat musik yang diserahkan atau banyaknya sekolah penerima bantuan. Ukuran yang lebih penting adalah berapa banyak siswa yang aktif berlatih, kelompok musik yang tumbuh, pembina yang semakin kompeten, karya yang dihasilkan serta panggung kreativitas yang mampu diselenggarakan secara berkelanjutan.
Karena itu, gagasan membangun komunikasi dan konsolidasi pembina musik lintas sekolah perlu terus dikembangkan. Forum pembina dapat menjadi ruang berbagi pengalaman, menyusun agenda kompetisi, melakukan klinik musik, memetakan potensi siswa dan membangun kalender panggung kreativitas bersama.
Pada akhirnya, langkah Chris E. Brown, ReffTunes Musik Studio dan Prof. Nowak Foundation bersama SMA Negeri 2 Gerokgak patut diapresiasi sebagai inisiatif kolaboratif yang menempatkan seni sebagai bagian penting dari pendidikan pelajar.
Gerokgak tidak sekadar menerima bantuan alat musik. Lebih jauh, program ini sedang berupaya menanam benih sebuah ekosistem: alat menjadi sarana, pembinaan menjadi proses, kompetisi menjadi pemacu, panggung menjadi ruang aktualisasi, dan kolaborasi menjadi kekuatan keberlanjutan.
Jika konsistensi tersebut dapat dijaga dan diperluas pada tahap berikutnya, Gerokgak berpeluang memiliki model pembinaan seni musik pelajar berbasis kemitraan yang tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang kreatif, percaya diri, kolaboratif dan memiliki aspirasi seni yang kuat. (bs)

