Merajut Cinta Rasul dan Harmoni Budaya: Tradisi Maulid Nabi 8 Rabiul Awal di Desa Pegayaman

* ​Oleh H. Muhammad Qosim, S.Pd.SD., M.Pd.

 

PERINGATAN Maulid Nabi Muhammad SAW selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam di berbagai belahan dunia, tak terkecuali di Indonesia. Beragam ekspresi kecintaan kepada Rasulullah SAW diekspresikan melalui corak budaya lokal yang kaya.

​Salah satu tradisi yang sarat akan nilai sejarah, keimanan, dan akulturasi budaya yang unik dapat disaksikan di Desa Pegayaman, Kabupaten Buleleng, Bali. Di desa ini, peringatan Maulid Nabi memiliki keistimewaan tersendiri, baik dari segi rujukan sejarah penanggalan maupun pelestarian tradisi leluhur yang berpadu harmonis dengan kearifan lokal.

​Pandangan Maulid Nabi Tanggal 8 Rabiul Awal

​Secara umum, masyarakat Islam di dunia jamak memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 Rabiul Awal. Namun, dalam catatan sejarah dan literatur tarikh Islam, terdapat beberapa pendapat ulama mengenai tanggal pasti kelahiran manusia mulia tersebut.

​Salah satu pandangan yang masyhur di kalangan para sejarawan dan ahli hadis—seperti yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan Ibnu Jubair—menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 8 Rabiul Awal.

Pendapat ini pula yang menjadi landasan kuat di sebagian komunitas Muslim Nusantara dalam menghidupkan syiar kecintaan kepada Nabi pada awal bulan Rabiul Awal, termasuk yang dilestarikan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Pegayaman.

​Tradisi “Muludan Tanggal Akutus” di Masjid Jamik Safinatussalam

​Di Desa Pegayaman, perayaan Maulid Nabi yang merujuk pada tanggal 8 Rabiul Awal ini dikenal akrab oleh masyarakat setempat dengan sebutan “Muludan Tanggal Akutus” (kata akutus merujuk pada angka delapan dalam konteks lokal).

​Puncak acara tradisi ini dilaksanakan pada malam tanggal 8 Rabiul Awal dan dipusatkan di Masjid Jamik Safinatussalam, masjid kebanggaan masyarakat Pegayaman.

Rangkaian acara tradisi ini sarat dengan kekhidmatan dan kebersamaan:

​Pembukaan oleh Penghulu Imam Desa: Acara secara resmi dibuka oleh Penghulu Imam Desa Pegayaman, menandai dimulainya hajatan rohani umat Islam setempat dalam memuji kebesaran baginda Nabi.

​Pembacaan Zikir Mulud Kitab Barzanji: Suasana malam di masjid bergemuruh dengan lantunan salawat dan puji-pujian yang bersumber dari kitab Al-Barzanji.

​Si’ir dengan Intonasi Khas Bali: Menariknya, pembacaan syair atau si’ir mulud di Pegayaman dilantunkan dengan intonasi khas Bali. Hal ini menjadi bentuk nyata keindahan seni suara lokal yang melebur sempurna dengan nilai-nilai dakwah Islamiyah.

​Ngarak Sokok dan Pajegan Telur: Simbol Syukur Akulturasi Budaya

​Kemeriahan malam Maulid di Pegayaman semakin terasa tatkala prosesi Ngarak Sokok (pajegan telur) dilangsungkan.

​Ngarak Sokok: Diiringi oleh tabuhan rebana dari sekehe hadrah setempat, masyarakat berarak membawa sokok—wadah hias berisi hasil bumi dan hiasan khas—serta pajegan telur yang ditata secara estetik.

​Pembagian Telur: Rangkaian tradisi ini ditutup dengan pembagian telur kepada para jemaah yang hadir. Telur hias dalam tradisi ini bukan sekadar makanan, melainkan wujud rasa syukur yang mendalam atas kelahiran Nabi Muhammad SAW serta simbol kesuburan, rezeki, dan kebersamaan.

​Wujud Nyata Akulturasi Budaya

​Apa yang tersaji di Desa Pegayaman pada malam 8 Rabiul Awal merupakan mahakarya dari sebuah akulturasi budaya. Di satu sisi, syariat Islam dan kecintaan kepada Rasulullah ditegakkan melalui pembacaan kitab Barzanji dan zikir.

Di sisi lain, ekspresi seni (intonasi khas Bali), tradisi arak-arakan (ngarak sokok), dan semangat gotong royong berpadu menjadi satu identitas kultural yang kokoh.

​Tradisi “Muludan Tanggal Akutus” di Desa Pegayaman membuktikan bahwa Islam mampu hadir dengan ramah di tengah keragaman budaya Nusantara. Lewat tradisi ini, masyarakat Pegayaman tidak hanya mengenang kelahiran sang teladan agung, tetapi juga menjaga warisan leluhur agar tetap lestari, harmonis, dan penuh makna dari generasi ke generasi. []

*) Penulis adalah Tokoh Desa Pegayaman, Kepala MIN 2 Buleleng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *