KONI Buleleng Dukung Pengembangan Korfball, Bidik Pembinaan Atlet Pelajar

BULELENG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng mendukung pengembangan olahraga korfball. Dukungan itu disampaikan saat pengurus Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI) Buleleng melakukan audiensi dengan KONI, Kamis (20/8/2026).

Ketua Harian KONI Buleleng, I Putu Nova Anita Putra, mengapresiasi terbentuknya organisasi korfball. Menurutnya, KONI terbuka terhadap cabang olahraga baru yang berpotensi meningkatkan partisipasi dan prestasi olahraga di Buleleng.

Nova menilai korfball berpeluang berkembang di kalangan pelajar. Selain menarik, olahraga ini relatif aman karena tidak melibatkan kontak fisik keras.

“Korfball ini bisa menjadi bagian untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. Apalagi olahraga ini cukup aman karena tidak ada body contact secara keras,” ujar Nova.

Namun, PKSI Buleleng masih harus melengkapi sejumlah persyaratan untuk menjadi anggota KONI. Di antaranya kepengurusan yang sah, sekretariat, tempat latihan, atlet, pelatih, wasit, serta kegiatan yang menunjukkan eksistensi organisasi.

PKSI Buleleng terlebih dahulu diminta mengajukan surat permohonan ke KONI. Selanjutnya, pengurus akan diundang dalam Rapat Kerja KONI untuk mempresentasikan perkembangan korfball di Buleleng.

“Pertama, lakukan sosialisasi terlebih dahulu karena olahraga korfball ini cukup menarik. Selera pasarnya mungkin lebih ke lingkungan sekolah dan kampus,” katanya.

Pembina Olahraga Korfball Buleleng, Made Agus Wijaya, mengatakan pihaknya siap memenuhi persyaratan tersebut. Pengurus akan melengkapi legalitas organisasi, termasuk akta notaris, serta menyiapkan kebutuhan pembinaan.

“Kami yakin hal itu bisa kami laksanakan. Dengan dukungan KONI, Disdikpora, dan seluruh stakeholder, perkembangan korfball di Kabupaten Buleleng astungkara akan berlangsung dengan lancar,” kata Agus.

Sosialisasi akan menyasar sekolah dengan menggandeng guru PJOK, MGMP, KKGO, dan Disdikpora Buleleng. PKSI juga berencana memperkenalkan korfball melalui ruang publik, termasuk Car Free Day.

“Dalam waktu dekat, kami akan melaksanakan sosialisasi baik di lapangan-lapangan, fasilitas umum, termasuk yang kami sasar adalah Car Free Day,” ujar Agus.

Selain pelajar dan masyarakat umum, sosialisasi juga menyasar atlet cabang olahraga sejenis, seperti bola basket. Menurut Agus, teknik dasar kedua olahraga tersebut memiliki sejumlah kemiripan.

“Kami akan melaksanakan sosialisasi mengenalkan olahraga korfball atau bola keranjang ini kepada masyarakat umum, dunia pendidikan, dan juga para atlet olahraga sejenis, misalnya bola basket, karena teknik dasarnya serupa,” jelasnya.

Korfball Buleleng juga memiliki modal awal berupa sumber daya manusia (SDM). Dua pengurus PKSI Buleleng, Masyita Siregar, S.Pd., M.Pd., dan Wayan Cindy Astutik, memiliki pengalaman bermain korfball di tingkat nasional melalui PON Aceh dan Sumatera Utara XXI tahun 2024.

“Potensi kita luar biasa, dari sisi pengurus saja kita sudah ada dua atlet korfball yang sudah memiliki pengalaman bermain di tingkat nasional dalam hal ini PON di Aceh kemarin, ada dua dan ini siap untuk membina, jadi dari sisi SDM kepelatihan sudah ada,” katanya

Ke depan, PKSI Buleleng menargetkan korfball tampil dalam ekshibisi Porprov Bali 2027. Rencana tersebut akan dikoordinasikan dengan Pengprov Korfball Indonesia Provinsi Bali.

“Dari hasil koordinasi kami ini adalah salah satu tujuan dari kegiatan pembentukan korfball Buleleng yang mendukung ekshibisi pada Porprov Bali di 2027,” jelasnya

Sebagai informasi, korfball merupakan olahraga permainan beregu yang berasal dari Belanda. Olahraga ini dimainkan oleh dua tim yang terdiri atas pemain putra dan putri, dengan jumlah pemain menyesuaikan nomor pertandingan. Salah satu karakteristik utama korfball adalah keterlibatan pemain putra dan putri dalam satu tim secara seimbang.

Dalam permainannya, korfball memadukan kemampuan fisik, teknik, taktik, dan psikologis secara terpadu. Pemain dituntut mampu bergerak tanpa bola, mencari ruang, melakukan operan secara efektif, mempertahankan posisi, serta membangun kerja sama dengan rekan satu tim untuk menciptakan peluang dan mencetak poin. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *