BULELENG – Pemerintah terus memperkuat kesiapan infrastruktur transportasi guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat pada periode libur dengan tingginya arus kendaraan dan penumpang.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengkaji pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai alternatif layanan penyeberangan untuk membantu mengurai kepadatan di lintas Ketapang–Gilimanuk.
Sebagai tindak lanjut upaya tersebut, Menteri Perhubungan bersama Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Celukan Bawang.
Kunjungan tersebut turut dihadiri para Direktur Jenderal di lingkungan Kementerian Perhubungan, Direktur Utama Pelindo, Wakil Bupati Buleleng, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buleleng, serta para pemangku kepentingan terkait.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan meninjau sejumlah fasilitas pelabuhan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan infrastruktur yang dapat mendukung peningkatan kapasitas layanan kepada masyarakat.
Pengembangan yang dikaji meliputi optimalisasi fasilitas pelabuhan utamanya dermaga Plengsengan dan Dermaga 3. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan Pelabuhan Celukan Bawang dalam mendukung layanan angkutan barang maupun penyeberangan.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan peninjauan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengevaluasi potensi Pelabuhan Celukan Bawang dalam mendukung kelancaran layanan penyeberangan, khususnya pada periode libur nasional ketika terjadi lonjakan mobilitas masyarakat.
“Kunjungan kami ke Pelabuhan Celukan Bawang untuk memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan. Pada periode libur, khususnya saat Lebaran yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk sempat mencapai sekitar 35 kilometer. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah sehingga kami mengkaji Pelabuhan Celukan Bawang sebagai salah satu alternatif untuk membantu mengurai kepadatan, baik dari sisi Ketapang maupun Gilimanuk,“ ujar Dudy Purwagandhi.
Menurutnya, Pelabuhan Celukan Bawang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pelabuhan penyeberangan karena didukung karakteristik dermaga yang sesuai untuk operasional kapal roll on-roll off (Ro-Ro) serta ketersediaan lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai area penyangga kendaraan.
“Pelabuhan ini memiliki karakteristik yang dapat mendukung pengembangan layanan Ro-Ro. Selain itu, tersedianya lahan parkir juga dapat dimanfaatkan sebagai buffer zone, sehingga kendaraan dapat ditampung terlebih dahulu sebelum masuk ke kapal. Dengan pengelolaan seperti ini, arus kendaraan diharapkan menjadi lebih tertata dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” kata Dudy Purwagandhi.
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, menegaskan komitmen Pelindo untuk mendukung pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan transportasi laut sesuai kebutuhan masyarakat dan kebijakan pemerintah.
“Pelabuhan Celukan Bawang pada awalnya dipersiapkan untuk mendukung sektor energi. Namun, seiring berkembangnya kebutuhan transportasi serta adanya permintaan dari Pemerintah Provinsi Bali dan Kementerian Perhubungan, Pelindo siap mengoptimalkan pelabuhan ini untuk mendukung pelayanan publik, baik angkutan barang maupun penyeberangan,” ujar Achmad Muchtasyar.
Ia menambahkan, Pelindo telah menginstruksikan jajarannya untuk segera menyusun kajian teknis sebagai tindak lanjut atas hasil peninjauan.
“Kami siap mendukung kebutuhan masyarakat untuk memperlancar angkutan, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi. Mandat yang diberikan pemerintah akan segera kami tindak lanjuti agar Pelabuhan Celukan Bawang dapat berkontribusi terhadap kelancaran transportasi antara Pulau Jawa dan Pulau Bali,” katanya.
Melalui sinergi Kementerian Perhubungan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, serta para pemangku kepentingan lainnya, pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi, meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan, serta memberikan alternatif layanan penyeberangan yang mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. (bs)

