Ekologi dan Demokrasi: Perspektif Suguna di Klungkung

KLUNGKUNG – Ketua Bawaslu Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, menegaskan bahwa kelestarian lingkungan merupakan bagian inheren dari upaya menjaga kualitas demokrasi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam peresmian teba modern dan pojok pengawasan di Kantor Sekretariat Bawaslu Kabupaten Klungkung, Selasa (7/4/2026).

Momentum ini tidak semata menandai hadirnya fasilitas baru, tetapi juga mencerminkan perluasan cara pandang kelembagaan dalam memaknai praktik pengawasan.

Menurut Suguna, demokrasi tidak dapat direduksi hanya pada prosedur elektoral. Ia menekankan bahwa kualitas demokrasi turut ditentukan oleh sejauh mana institusi publik menjalankan tanggung jawab sosial dan ekologisnya.

“Ini bukan sekadar inovasi teknis, tetapi cara pandang bahwa menjaga lingkungan juga bagian dari menjaga demokrasi,” ujarnya.

Ia mengaitkan inisiatif tersebut dengan nilai Panca Jaga sebagai landasan etika kelembagaan Bawaslu, yang mencakup relasi dengan Tuhan, diri sendiri, sesama dalam proses pemilu, marwah lembaga, keluarga, hingga lingkungan.

Dalam konteks itu, kehadiran teba modern diposisikan sebagai bagian dari pengelolaan sampah berbasis sumber yang sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah. Sementara itu, pojok pengawasan dihadirkan sebagai ruang interaksi publik untuk memperkuat pengawasan partisipatif.

Suguna juga mengingatkan agar inovasi yang telah dibangun tidak berhenti pada dimensi seremonial. Ia mendorong pemanfaatan berkelanjutan serta pengembangan inisiatif lain, termasuk penataan lingkungan kantor melalui program internal seperti Jumpa Berlian.

Pembangunan fasilitas teba modern ini turut mendapat dukungan dari BPD Bali sebagai bagian dari kontribusi terhadap penguatan agenda lingkungan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman pohon, pembuangan sampah secara simbolis, serta pengguntingan pita sebagai penanda peresmian. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *