“Super Probio” Bikin Peternak Kecil Tersenyum Riang, Produksi Susu Sapi Meningkat 10-14 Persen Per Hari

DENPASAR – “Super Probio” yakni probiotik buatan Ir. Suprio Guntoro membikin peternak sapi perah tersenyum riang. Dari uji coba pada sapi perah milik Pak Sinto, petani di Batu, Malang, Jawa Timur, “Super Probio” tersebut mampu meningkatkan produksi susu hingga 10 – 14 persen setiap hari.

“Alhamdulillah, “Super Probio”, probiotik buatan saya untuk sapi perah, bisa membuat para peternak sapi perah di Batu, Malang, Jawa Timur tersenyum riang, terhibur. Karena dari uji coba pada sapi perah milik beberapa peternak di Batu ternyata mampu meningkatkan produksi susu 10-14 persen dalam setiap hari.”

“Setelah sapi induk itu mendapat “Super Probio” satu sendok makan per hari, selama 1 minggu. Sedangkan yang telah mendapat “Super Probio” lebih dari 2 minggu, peningkatan produksi susunya lebih tinggi lagi,” kata mantan peneliti Badan Litbang Kementerian Pertanian, Ir. Suprio Guntoro, saat dihubungi Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, semua itu berawal pada pagi hari, di bulan November tahun 2025 lalu. Ir. Suprio Guntoro menerima telpon dari Pak Sinto, temannya, seorang peternak kambing yang tinggal di Senduro, Kabupaten Lumajang.

Pak Sinto menceritakan bahwa dirinya dan keluarganya sejak 5 bulan lalu telah pindah dari Senduro ke Batu-Malang, karena dia bertekad ingin menekuni beternak sapi perah.

Dengan berada di Batu, Pak Sinto akan lebih dekat dengan koperasi susu, sehingga lebih dekat untuk menyetor produknya. Namun, di balik harapannya yang besar untuk menjadi peternak sapi perah FH (Frisian Holstein), Pak Sinto sempat terkejut dengan harga pakan konsentrat (pakan penguat) yang saat ini relatif mahal. Hampir sama dengan harga pakan ayam murni pabrikan. Yakni sekitar Rp10.000 – Rp 11.000 per kg.

“Terkait dengan tersebut Pak Sinto minta bantuan ide, bagaimana caranya untuk bisa meningkatkan keuntungan tanpa dengan biaya yang besar dan tenaga yang berat. Saya katakan Insya Allah akan saya pikirkan. Tapi tentu ini perlu waktu,” jawab Ir. Suprio Guntoro kepada Pak Sinto.

Pada akhir November, formula “Super Probio” telah dibuat, lalu diproduksi. Menurut Suprio Guntoro, dari analisa di Laboratorium Balai Besar Veteriner – Denpasar, hasilnya cukup bagus. Awal Januari, “Super Probio” saya kirim ke teman di Malang dan sekalian minta bantuan Ibu Dwita (Widya Iswara) di BLPP Batu untuk mendampingi peternak yang mau mencobanya,” katanya.

Dari hasil uji coba penggunaan probiotik buatan Suprio Guntoro tersebut, dalam waktu seminggu produksi susu sapinya bisa meningkat 10-14 persen per hari. Sedangkan beberapa ekor sapi yang telah mendapat “Super Probio” lebih dari 3 minggu, produksi susunya meningkat 15 – 20 persen per hari.

“Dengan tambahan produksi susu 2 liter per ekor sapi per hari, jika harga susu sapi segar di Batu rata-rata Rp 16.000, berarti ada tambahan pendapatan per hari, dari satu ekor induk sapi yang laktasi sebesar Rp 32.000. Sedang harga per liter “Super Probio” sampai di Malang Rp 60.000. Untuk setiap hari per ekor sapi perlu probiotik 1 sendok makan atau 7 cc. Dengan harga Rp 60.000 per liter, berarti untuk 7 cc, nilainya hanya Rp 420,” jelasnya.

Dengan demikian, penggunaan pada seekor induk sapi, per hari memperoleh tambahan keuntungan bersih sebesar Rp 31.580. Bagi peternak kecil, tambahan keuntungan sebesar itu cukup berarti. “Apalagi bila sapi yang laktasi ada 2 atau 3 ekor per hari. Nilainya cukup lumayan bagi petani,” katanya.

Tak ayal, hasil uji coba pada sapi milik peternak di Batu yang didampingi Ibu Dwita seorang Widya Iswara dari Balai Besar Pelatihan Peternakan – Batu, segera menyebar luas. Sehingga saat sosialisasi penggunaan “Super Probio” yang dilakukan, pada hari Kamis, 26 Januari lalu dibanjiri peserta.

“Meski Mbak Dwita yang dibantu tiga orang PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) itu hanya mengundang 20 peternak tapi yang hadir mencapai lebih dari 60 orang,” tambah Suprio Guntoro.

Maka kiriman “Super Probio” yang tersisa 3 liter itu diperebutkan 60 orang, sehingga per orang hanya kebagian 3-5 sendok. “Wah Pak Gun, “Super Probio”-nya membuat para peternak senang, mereka bertambah semangat merawat sapinya karena mereka bisa memperoleh tambahan keuntungan yang lumayan, tanpa harus mengeluarkan biaya dan tenaga yang berarti,” ujar Ibu Dwita kepada Ir. Suprio Guntoro. (yum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *