Gus Yahya Akhirnya Bersedia Tempuh Jalur Pleno

SURABAYA – Setelah mendapat teguran terkait penulisan nama Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Miftachul Akhyar secara sepihak dalam undangan Peringatan Harlah 100 Tahun Nahdlatul Ulama, K.H. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) akhirnya bersedia menempuh jalur Rapat Pleno untuk pemulihan jabatannya sebagai Ketua Umum PBNU.

“Kesediaan itu disampaikan Gus Yahya saat menghadap Rais Aam kemarin sore. Beliau juga bersedia memenuhi syarat dengan terlebih dahulu membuat surat permintaan maaf kepada Rais Aam dan Syuriyah,” ujar Katib PBNU K.H. Ahmad Tajul Mafakhir, Kamis (29/1/2026).

Gus Tajul –panggilan akrab KH. Ahmad Tajul Mafakhir– menuturkan, Gus Yahya awalnya menyampaikan bahwa agenda Harlah 100 Tahun NU tidak dapat ditunda karena berbagai pertimbangan. Menjawab hal itu, Rais Aam kembali menegaskan sikap bahwa prosedur Rapat Pleno juga sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar.

“Itu sikap dasar beliau sejak awal. Tanpa Rapat Pleno baru, keputusan Rapat Pleno 9 Desember 2025 tidak dapat di-nasakh. Ibaratnya, kalau dalam khazanah fikih, kondisi ini mungkin akan mirip qawl qadim dan qawl jadid dalam mazhab Syafi’i,” ujarnya.

Rapat Pleno tersebut, akan dilaksanakan dalam waktu segera, setelah Gus Yahya mengirimkan surat permohonan maaf. “Insya Allah akan digelar Kamis (29/1/2026) sore ini,” ujarnya.

Rapat Pleno yang bakal digelar secara kilat ini merupakan kebijaksanaan Rais Aam agar berbagai kegaduhan segera reda, dan roda organisasi dapat kembali normal.

“Ini adalah wujud kearifan dan kebijaksanaan Rais Aam selaku murobbi ruh Jam’iyah NU. Beliau mempertimbangkan kondisi umat dan kemaslahatan publik dengan kacamata welas asih beliau,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *