7 Warga Terjangkit Demam Berdarah, TRC Demam Berdarah Buleleng Lakukan Fogging Di Desa Pakisan

BULELENG – Demam berdarah (DB) melanda Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Tujuh warga terjangkiat demam berdarah.

Mereka berasal Dusun Sangburni dan Dusun Tegehe. Warga tersebut sempat dirawat di rumah sakit beberapa hari.

DB merupakan penyakit musiman yang perlu diwaspadai mengingat siapapun bisa terjangkit penyakit yang cukup berbahaya ini dan perlu diwaspadai penyebarluasannya.

DB menyebar melalui nyamuk aides aegepty. Untuk mengantisipasi, ada beberapa tindakan yang perlu ditindaklanjuti seperti membasmi, mengubur dan membersihkan genangan air dan kaleng-kaleng bekas.

Masyarakat juga harus menerapkan PHBS (pola hidup bersih dan sehat). Perbekel Desa Pakisan, Gede Wijaya, mengatakan, sejak dirinya mendapat laporan dari warganya, langsung berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Kubutambahan 2 di Desa Tamblang.

Namun ditunggu beberapa waktu belum ada tindakan dari kedinasan dan akhirnya diputuskan untuk mengbungi Tim Reaksi Cepat-TRC Relawan Demam Berdarah Buleleng dibawah pimpinan DR. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG.

Perbekel beralasan, menghubungi TRC DB, agar segera mendapat fogging. Hal ini juga atas desakan masyarakat yang masih berkonotasi bila ada yang terjangkit DB belumlah tuntas bila tidak ada fogging.

“Warga kami sangat percaya dan yakin bila terkena DB wajib dilakukan fogging. Namun dari segi kesehatan hal itu hanya salah satu cara untuk membasmi jentik-jentik nyamuk, yang terpenting adalah bagaimana masyarakat dapat menerapkan hidup bersih dan sehat,” tegas Perbekel Desa Pakisan Gede Wijaya.

Menerima laporan dan permintaan Perbekel Desa Pakisan, TRC Relawan DB pimpinan Dr. Caput bertindak cepat, menerjunkan timnya langsung melakukan fogging dengan peralatan lengkap langsung ke TKP menyasar rumah-rumah warga terjangkit DB pada hari Minggu (21/12-2025).

Bukan saja warga yang terjangkit menjadi sasaran, rumah-rumah radius 100 meter juga difogging. Dr dr Ketut Putra Sedana, Sp.OG mengatakan, wajib hukumnya bila ada warga yang membutuhkan bantuan tentunya harus ditolong tanpa memperhatikan status dan golongan.

Menurut Dr. Caput, kesehatan adalah hal hakiki yang harus mendapat perhatian lebih. Seperti halnya DB, penyakit musiman ini perlu mendapat penanganan serius, yang terpenting bagaimana tindakan warga untuk mencegah yakni menerapkan tiga M.

“Fogging hanya salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran DB, melalui fogging hanya mampu membasmi jentik-jentik nyamuk. Namun yang terpenting bagaimana masyarakat dapat berpola hidup bersih setiap harinya, melalui pembersihan genangan air, selokan, mengubur kaleng bekas dan kuras bak kamar mandi secara berkala, bila hal itu dapat diterapkan masing-masing individu, niscaya akan sehat secara lahir dan bathin,’ ujar Dr Caput. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *