BULELENG – Univeristas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menunjukkan rasa empati atas bencana alam di Sumatera Utara yang berdampak pada kehidupan masyarakat. Sebanyak sepuluh tenaga medis diterjunkan untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Tim medis tersebut terdiri atas 3 dokter, 2 perawat, 3 bidan, dan 2 mahasiswa Program Studi Kedokteran. Mereka meninggalkan kenyamanan rutinitas kampus demi memberikan layanan kesehatan dan penguatan psikososial bagi warga yang tengah berjuang memulihkan diri. Selama dua minggu ke depan, mereka akan berada di lokasi bencana, melayani dengan keahlian sekaligus ketulusan.
Keberangkatan tim pada Kamis (18/12/2025) bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan nilai. Di balik tas medis dan perlengkapan lapangan, tersimpan semangat Tri Hita Karana, harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.
Nilai pawongan hadir dalam kepedulian terhadap sesama yang menderita, palemahan tercermin dari kehadiran langsung di wilayah terdampak bencana, dan parahyangan terwujud melalui pengabdian tulus sebagai wujud rasa syukur dan kemanusiaan.
Sebelum berangkat, para relawan menerima arahan dari Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, didampingi Kepala LPPPM Prof. I Gusti Lanang Agung Parwata dan Wakil Dekan II FK Undiksha, Dr. dr. Ni Luh Kadek Alit Arsani, S.Ked., M.Biomed. Rektor menyampaikan apresiasi atas kesediaan para relawan yang dengan cepat merespons situasi darurat.
“Setiap langkah yang kalian ambil membawa nama Undiksha dan membawa harapan bagi masyarakat,” pesan Rektor, seraya mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme, keselamatan, dan nilai kemanusiaan selama bertugas.
Lebih dari sekadar tugas medis, kehadiran tim ini adalah bentuk pelukan moral bagi warga terdampak bahwa mereka tidak sendiri. Di tengah keterbatasan pascabencana, senyum, sapaan, dan sentuhan kepedulian menjadi obat yang tak kalah penting dari tindakan klinis.
Bagi Undiksha, pengabdian ini adalah bagian dari Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) yang dikelola secara bertanggung jawab. Namun bagi para relawan dan masyarakat yang mereka layani, kegiatan ini adalah tentang kemanusiaan, solidaritas, dan menjaga harmoni kehidupan di tengah cobaan.
Dari Singaraja hingga Sumatera Utara, Undiksha menegaskan bahwa perguruan tinggi bukan hanya pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga sumber empati dan harapan hadir ketika sesama membutuhkan. (bs)

