Dinkes Buleleng Perkuat Optimalisasi Implementasi ILP di Kabupaten Buleleng

BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam hal ini Dinas Kesehatan terus menggencarkan pelaksanaan ILP (Integrasi Layanan Primer). Pelaksanaan ILP di Kabupaten Buleleng tentunya berfokus pada tiga hal, yaitu siklus hidup sebagai fokus integrasi pelayanan, perluasan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat desa, serta memperkuat pemantauan wilayah sesuai dengan situasi kesehatan.

Pembahasan penguatan optimalisasi ILP ini dilaksanakan melalui rapat koordinasi lintas program dan lintas sektor yang dilaksanakan, Jumat (7/11/2025) di Puri Saron-Desa Pemaron, yang dibuka langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Putu Ariadi Pribadi, S.STP. MAP.

Dalam paparannya, Ariadi Pribadi menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mewadahi koordinasi dan advokasi terkait pelaksanaan ILP khususnya di Kabupaten Buleleng. “Secara kebijakan, tentunya kami akan terus melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan semua stake holder terkait bahkan sampai tingkat terbawah, karena program ini harus didukung lintas sektor,” ucap Ariadi.

Ariadi menambahkan, dalam Integarasi Layanan Primer ini, khususnya Posyandu telah diarahkan untuk menyediakan layanan terstandar bagi masyarakat yang berbasis siklus hidup, yakni mulai dari ibu hamil, ibu menyusui/ nifas, bayi, balita, anak pra sekolah, usia sekolah, remaja, usia dewasa dan lansia.

Salah satu narasumber, I Wayan Sumeken yang juga Perbekel Desa Nagasepeha menuturkan, bahwa posyandu yang ada di Desa Nagsepaha telah memiliki beberapa kader yang diperkuat dengan kegiatan kunjungan oleh kader yang dilakukan secara terencana. “Pelayanan di Posyandu kami bersifat promotif dan preventif yang diberikan secara terintegrasi untuk meningkatkan kualitas layanan sosial dasar kepada masyarakat utamanya di Desa Nagasepeha,” ucap Sumeken.

Disisi lain, para kader posyandu desa memiliki inovasi – inovasi agar masyarakat rutin datang ke posyandu diantaranya melalui : tabungan/cingkereman posyandu dan pemberian sembako.

Dalam kegiatan kali ini penguatan ILP dilaksanakan pada wilayah lokus yaitu Puskesmas Buleleng III, Desa Alasangker, Desa Jinengdalem, Desa Petandakan, dan Desa Nagasepaha serta advokasi untuk pelaksanaan ILP di wilayah non lokus di Kabupaten Buleleng. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *