Pelindo Celukan Bawang Telah Konsisten Terapkan K3, Kolaborasi dengan Disnaker dan TKBM Terus Ditingkatkan

BULELENG – PT Pelindo Cabang Celukan Bawang menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten dan berkelanjutan.

Hal ini menjadi prioritas perusahaan dalam mendukung kelancaran operasional pelabuhan sekaligus melindungi seluruh pekerja dan mitra kerja yang beraktivitas di wilayah pelabuhan.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pelindo Celukan Bawang telah melakukan berbagai langkah konkret, di antaranya pendistribusian 500 set Alat Pelindung Diri (APD) lengkap kepada Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). APD tersebut terdiri dari sepatu, rompi, dan helm yang wajib digunakan oleh seluruh pekerja saat berada di lapangan.

Selain itu, Pelindo juga telah mewajibkan penandatanganan pakta integritas kepada seluruh pihak terkait sebagai bentuk kesepakatan bersama dalam menjunjung tinggi penerapan K3.

Dari sisi pengawasan, Pelindo menerapkan sistem pengawasan digital melalui CCTV yang tersebar di area kerja serta patroli lapangan rutin untuk memastikan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. Setiap pelanggaran penggunaan APD oleh TKBM didata setiap hari dan dilaporkan secara berkala kepada Koperasi TKBM, Perusahaan Bongkar Muat (PBM), dan stakeholder terkait lainnya.

Pelindo juga secara aktif melakukan penyuluhan dan sosialisasi implementasi K3 kepada pekerja maupun mitra kerja untuk menumbuhkan budaya keselamatan di lingkungan pelabuhan.

Meski berbagai upaya telah dilakukan secara maksimal, baru-baru ini terjadi insiden kecelakaan yang disebabkan oleh kelalaian dari pihak TKBM.

Dalam rapat koordinasi antara Dinas Ketenagakerjaan, pengurus TKBM dan Pelindo yang dilaksanakan di Koperasi TKBM, Imron selaku General Manager Pelindo kembali menegaskan, penerapan K3 tidak hanya bergantung pada fasilitas yang disiapkan perusahaan, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan dan kepatuhan dari para tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dalam mematuhi SOP dan peraturan yang berlaku.

Plt. Kadis Disnaker Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos, bersama Pengawas Disnaker Provinsi Bali menekankan pentingnya bagi pengurus TKBM untuk melakukan pendataan ulang usia seluruh pekerja TKBM serta terkait kepemilikan SIO crane kapal aktif.

Selain itu, Disnaker akan melakukan pengecekan ulang dan mengadakan rapat bersama semua pekerja TKBM dalam satu minggu ke depan untuk memberikan edukasi K3 dan menegaskan komitmen bersama terhadap keselamatan kerja.

Ketua Koperasi TKBM, Putu Sudiasa, menyatakan, “Kami berkomitmen memastikan seluruh pekerja selalu mengenakan APD dan mematuhi prosedur keselamatan. Pekerja yang melanggar akan mendapat teguran, dan apabila sampai tiga kali melanggar, tidak diperbolehkan bekerja di lapangan. Keselamatan kerja adalah prioritas utama kami.”

Baik Disnaker maupun Koperasi TKBM mengapresiasi upaya maksimal Pelindo sebagai BUMN dalam penerapan K3, namun hal ini akan menjadi sia-sia jika tidak didukung oleh kesadaran dari stakeholder lainnya utamanya TKBM dalam mengimplementasikan K3 di Lingkungan Pelabuhan utamanya dalam penggunaan APD dan implementasi SOP kerja bongkar muat.

“Kami akan terus bersinergi dengan semua pihak untuk memperkuat budaya keselamatan kerja. Tujuannya agar seluruh kegiatan bongkar muat di pelabuhan berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur,” ujar Imron. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *