Makan Bergizi Gratis di MIT Mardlatillah Singaraja, Ada yang Langsung Tandas, Ada yang Dipandang Agak Lama

BULELENG – Sebanyak 384 siswa MI Terpadu Mardlatillah Singaraja mendapatkan makan bergizi ratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN), Senin (22/9/2025). Siswa-siswi madrasah tersebut menyambut antusias, meskipun masing-masing memakan menu MBG dengan gaya dan kebiasaan masing-masing.

Ada siswa yang langsung memakan dengan cepat, dan seketika makanannya tandas. Ada yang pelan-pelan, bahkan agak lama memandang menu MBG di depannya. Sebagian siswa memakan buahnya lebih dulu, ketimbang nasi dan lauknya.

Program makan bergizi gratis ini dilaksanakan dengan pengawasan dari Korwil Buleleng Badan Gizi Nasional, Disdikpora Kabupaten Buleleng, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di masing-masing kecamatan di Buleleng, untuk memastikan kualitas gizi, kebersihan, dan pelaksanaannya berjalan optimal. Juga hadir Kasi Pendidikan Islam Kemenag Buleleng, H. Lewa Karma, dan jajarannya.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Drs. Dewa Made Sudiartha, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu program strategis nasional.

“Program makan bergizi gratis ini adalah implementasi dari salah satu visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Ini adalah bagian dari komitmen kita dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan unggul,” ujarnya.

Melalui program ini, diharapkan para siswa tak hanya terpenuhi kebutuhan gizinya, tetapi juga semakin semangat untuk belajar dan berkembang menjadi generasi penerus yang berkualitas.

Kasi Pendis Kemenag Buleleng, H. Lema Karma, ketika diminta tanggapannya atas program MBG untuk madrasah berharap, pihak pengelola MBG, dalam hal ini SPPG, tetap berkoordinasi intensif terkait jadwal pelayanan dan evaluasi. Termasuk terkait kualitas menu yang disediakan.

“Kami akan koordinasi dengan teman-teman penerima manfaat terkait, dalam hal ini madrasah. Ke depannya kualitas layanan ini tidak bisa jalan sendiri, karena itu MBG, dapur SPPG dan kira harus ada kolaborasi,” harapnya.

Menurut H. Lewa untu sementara madrasah yang mendapat layanan MBG hanya di Kecamatan Buleleng, khususnya di kota Singaraja. Baru sekitar 15 persen, dari total jumlah siswa madrasah di Buleleng yang mencapai 10.000 orang.

Ketua Yayasan Mardatillah Singaraja, H. Imam Syafi’i, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Buleleng yang memilih MIT Mardlatillah Singaraja sebagai tempat penyerahan MBG.

“Kami dan seluruh jajaran di Yayasan Mardlatillah siap melaksanakan dan siap menyukseskan program MBG ini. Tentu perlu dukungan, motivasi, arahan khususnya dari Bupati Buleleng dan timnya sehingga penerima manfaat bisa merasakan manfaat dari program yang luar biasa ini. Kami komitmen untuk menyukseskan program MBG ini,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang siswi MIT Mardlatillah Singara, Sakinah, menyampaikan rasa bahagianya atas dijalankannya program MBG ini.

“Hari ini makannya enak banget, ada ayam teriyaki, tumis sayur, tahu, nasi, sama semangka! Saya suka semuanya! Terima kasih buat semuanya yang udah nyiapin,” ujarnya.

Siswa lainnya, Al Ghazali, juga senang. “Saya langsung habisin makanannya karena enak banget! Saya jadi semangat sekolah, dan semoga besoknya lagi makanannya bisa bervariasi,” harapnya. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *