Hujan-hujanan, Bupati Buleleng Sutjidra Lepas Peserta Lomba Gema Takbir Keliling 1446 H

BULELENG – Di tengah hujan yang mengguyur kota Singaraja, Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., melepas peserta lomba “Gema Takbir Keliling 1446 H” di Eks. Pelabuhan Buleleng, Minggu (30/3/2025) malam. Lomba takbir serangkaian hari raya Idul Fitri 1446 H/2025 M tersebut diikuti 24 peserta remaja masjid-musholla di Buleleng.

Meskipun hujan deras mengguyur kota Singaraja sejak siang harinya, tak menyurutkan peserta lomba takbir. Mereka tetap bersemangat mengikuti lomba meskipun dengan pakaian yang harus basah kuyup.

Bupati Sutjidra melepas peserta lomba Gema Takbir Keliling 1446 H di tengah hujan yang tak kunjung reda. Bupati Sutjidra didampingi Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, SH, Wakil Ketua DPRD Buleleng, Nyoman Wandira Adi, Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, Kepala Kantor Kemenag Buleleng, I Gede Sumarawan, Kepala Kesbangpol Buleleng, Komang Kappa Try Aryandono, perwakilan Kodim 1609/Buleleng, Ketua MUI Buleleng, HB Ali Musthofa, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Buleleng, Muhammad Mujib.

Ketua Panitia Gema Takbir Keliling 1446 H, M. Rezza Yunus, menjelaskan, Gema Takbir 1446 H tersebut digelar bertepatan dengan HUT ke-421 Kota Singaraja. Lomba diikuti remaja masjid musholla dan majelis yang ada di Buleleng. 

“Kami berharap ini menjadi momentum kemenangan bagi umat Islam yang telah selesai dan berhasil melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, meskipun suasana hujan. Kita laksanakan di tempat bersejarah ini di mana datuk-datuk kita dulu iku berjuang,” katanya.

Ia berharap momentum kemenangan yang dirasakan umat Islam seusai menjalankan ibadah puasa ini juga menjadi kemenangan bersama terhadap godaan hawa nafsu yang merasuki jiwa.

”Melalui momentum ini kami juga ingin agar kemenangan ini juga dirqsakan umat yang lain, sehingga tercipta rasa toleransi yang tinggi antar umat beragama, yang pada akhirnya dapat diwujudkan kerukunan,” ujar Rezza.

Sementara Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., mengatakan, Gema Takbir Keliling 1446 H ini bersamaan dengan HUT ke-421 Kota Singaraja. “Malam ini adalah malam kemenangan. Malam penuh cahaya dan kegembiraan bagi seluruh umat Muslim, setelah menjalankan ibadah puasa dalam bulan Ramadhan,” katanya.

Dikatakan, suara takbir yang berkumandang menandakan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa  dan kemenangan atas hawa nafsu. Bupati menegaskan, Gema Takbir Keliling bukan sekadar tradisi, tetapi juga untuk memperkuat nilai keimanan dan rasa kebersamaan yang harus dijaga di tengah masyarakat yang heterogen di Kabupaten Buleleng ini.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ajang untuk mempererat tali persaudaraan dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan. Mari kita rayakan hari raya Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan, kembali kepada kesucian hati, saling memaafkan dalam suasana kekeluargaan, memperkuat menyama braya sebagai krama Buleleng,” ujar Bupati asal Bontihing ini.

Bupati Sutjidra juga berharap kegiatan Gema Takbir Keliling ini menjadi momentum dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Buleleng.

Dalam Gema Takbir Keliling 1446 H tersebut peserta menunjukkan penampilan terbaiknya. Masing-masing peserta secara kreatif mengaransemen takbir dengan alat-alat tradisional, sehingga memunculkan seni takbiran yang menarik.

Meskipun sepanjang rute Gema Takbir Keliling terus diguyur hujan dan atau gerimis, masyarakat juga tampak antusias menyaksikan setiap atraksi yang ditampilkan masing-masing peserta. (bs) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *