BULELENG – Peran guru Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) sangat penting untuk mewujudkan keberhasilan pendidikan. Terlebih dalam menghadapi Revolusi 5.0, yang menekankan integrasi teknologi canggih dalam keahlian manusia.
Hal itu disampaikan Kepala Kesbangpol Bali dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama dan Organisasi Kemasyarakatan Badan Kesbangpol Bali, Gede Adhi Tiana Putra, saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II PW Pergunu Bali dan Rakerda II PC Pergunu Buleleng di Gedung DPRD Buleleng, Senin (27/1/2025).
Pada kesempatan itu, hadir Wakil Bupati Buleleng terpilih, Gede Supriana, Anggota DPRD Buleleng, H. Mulyadi Putra mewakili Ketua DPRD Buleleng, Ketua PW Pergunu Bali, Drs. H. Mahfudz, MH, Ketua PCNU Buleleng, H. Rahmat Al Baihaqi, serta undangan lainnya.

Dikatakan Kaban Kesbangpol Bali, guru sebagai warga pendidik yang tergabung dalam Pergunu saat ini telah banyak memberikan sumbangsih dalam kegiatan pendidikan di Provinsi Bali, khususnya juga di Kabupaten Buleleng. Karena itu, Rakerwil perlu menyusun program kerja yang terus inovatif, yang bersinergi dengan dunia usaha dan juga pemerintahan sehingga mampu meningkatkan kualitas para peserta didik, baik secara intelektual, mental maupun moralitas.
“Guru hendaknya tidak semata-mata mengajarkan ilmu pengetahuan maupun ilmu agama, namun harus menjadi sosok yang mencerahkan dan memupuk nilai-nilai kasih sayang, keteladanan, dan moralitas,” katanya.
Dijelaskan, Pergunu sejak berdirinya pada tahun 1958 telah mengisi ruang-ruang pendidikan di Indonesia. Dalam jangka waktu yang cukup panjang tersebut Pergunu telah menghasilkan jutaan pelajar di berbagai daerah di Indonesia. Mereka telah ikut mewarnai dinamika bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, khususnya di Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng.
Ia berharap, dengan Rakerwil II PW Pergunu Bali, semoga Pergunu Bali dan Buleleng terus berkontribusi secara aktif membangun Provinsi Bali dan khususnya Buleleng mewujudkan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih maupun Bupati dan Wakil Bupati terpilih yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.
“Di mana pendidikan merupakan program strategis yang kedepannya dapat dilaksanakan dalam satu tata kelola One Island One Management dengan harapan dapat dicapai Indonesia Emas pada tahun 2045,” ujarnya.
Anggota DPRD Buleleng, H. Mulyadi Putra, mewakili Ketua DPRD Buleleng, berharap, Rakerwil II Pergunu Bali ini menghasilkan keputusan-keputusan dengan baik dan strategis untuk panduan Pergunu Bali. “Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pergunu Buleleng yang selama ini telah berpartisipasi dalam membangun dunia pendidikan dan turut memajukan pendidikan Buleleng,” katanya.
Wakil Bupati Buleleng terpilih, Gede Supriatna, diminta tanggapan usai acara pembukaan Rakerwil mengatakan, Pergunu merupakan bagian dari beberapa organisasi guru selain PGRI, IGI. “Khusus Pergunu ini kan harapannya bisa mengisi beberapa kekurangan guru agama di sekolah-sekolah negeri yang ada di Buleleng,” ujarnya.
Dikatakan, selama ini guru-guru dari Pergunu lebih banyak bertugas di sekolah-sekolah yang ada Kementerian Agama. Karena itu, nanti diharapkan untuk bisa mengisi beberapa jam mengajar di beberapa sekolah negeri yang ada di bawah naungan Pemkab Buleleng, supaya masyarakat yang sekolah di sekolah-sekolah negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan Buleleng bisa mendapatkan pendidikan agama. (bs)

