Duka dalam Pilkada Serentak di Bali 2024, Ada Linmas Meninggal Dunia, Ada KPPS Keguguran

DENPASAR – Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali dan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota, serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati se-Bali pada Rabu, 27 November 2024, berlangsung lancar dan sukses. Berdasarkan hasil perhitungan cepat, masyarakat Bali sudah dapat gambaran siapa para pemenangnya, baik untuk Pilkada Bali maupun Pilkada Kabupaten/Kota se-Bali.

Di balik kesuksesan pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 ini, ada cerita duka. Setidaknya bagi keluarga dari tiga anggota KPPS dan seorang anggota Linmas.

Anggota KPU Provinsi Bali, Gede John Darmawan, menjelaskan, selama pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 di Bali, ada tiga anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang tertimpa musibah. Mereka adalah I Gede Agus Febrianayoga (34), anggota KPPS di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar. I Gede Agus Febrianayoga mengalami luka berat patah bahu karena kecelakaan saat pembuatan TPS.

Sedangkan anggota KPPS di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Komang Wana Sari (29) pingsan saat proses pungut hitung. Komang Wana Sari pingsan diduga karena penyakit asam lambungnya kambuh.

Anggota KPPS lainnya yang ditimpa musibah adalah Luh Merry Sudaryani (34). Ia anggota KPPS di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan. Menurut John Darmawan, Luh Merry Sudaryani mengalami pendarahan sehingga keguguran kehamilannya yang berumur 3 bulan.

Musibah lainnya dialami Muhammad Arif (65), anggota Linmas Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Buleleng. Komisioner KPU Provinsi Bali, John Darmawan, menjelaskan, Muhammad Arif meninggal dunia, pasca melaksanakan tugas di TPS. “Beliau meninggal dunia pasca pungut hitung, terindikasi dari keterangan keluarga karena kecapean,” jelasnya.

Menurut Ketua PPS Kelurahan Kampung, Sudarmo, Muhammad Arif meninggal dunia Kamis pagi. Ketua KPU Provinsi Bali, Dewa Agung Gede Lidartawan, rencananya melayat ke rumah duka Kamis sore. “Tadi dari KPU Buleleng dan PPK Kecamatan Buleleng juga sudah melayat dan memberikan santunan kepada keluarga,” kata Sudarmo. (bs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *