BULELENG – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng nomor urut 2, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. – Gede Supriatna, SH, berkomitmen memajukan usaha mikro kecil dan menengah di Buleleng. Salah satunya akan memberikan ruang usaha di kawasan heritage dan Jl. Diponegoro yang akan disulap menjadi pusat kuliner di malam hari.
Dalam acara Dialog Bisnis yang digelar Forum Bisnis Buleleng di IBB Warung, Tukadmungga, Rabu (30/10/2024), calon Wakil Bupati Gede Supriatna menjelaskan salah satu programnya jika paslon Sutjidra-Supriatna jika memenangkan Pilkada Buleleng 27 November 2024 nanti.
“Kami nanti akan menata kawasan heritage. Yakn mulai dari Sukasada, Taman Bung Karno, Beratan, Bale Agung sampai ke pusat pemerintahan kantor bupati. Sepanjang kawasan heritage ini nanti bisa menjadi peluang dan ruang pelaku-pelaku UMKM dan pelaku usaha kreatif di Buleleng,” ujar Supit, sapaan akrab Supriatna.
Di hadapan para pengusaha, mulai pengusaha perumahan hingga pengusaha rongsokan tersebut, Supit juga menjelaskan, bagaimana nanti pasangan Sutjidra-Supriatna akan menata kawasan Jl. Diponegoro di malam hari yang biasanya sepi. Ia ingin kawasan Jl. Diponegoro menggeliat di malam hari.
“Kami akan manfaatkan (kawasan Jl. Diponegoro, red) sebagai pusat kuliner, seperti di Malang. Dimanfaatkan sebagai pusat ekonomi kreatif seperti angkringan, dan sebagainya. Ini juga bisa menjadi peluang atau ruang bagi pelaku-pelaku usaha di Buleleng menjadikan fasilitas untuk membuka usaha,” katanya.
Supit menegaskan, bahwa pasangan Sutjidra-Supriatna berkomitmen bagaimana mempercepat pertumbuhan ekonomi Buleleng jika terpilih menjadi pemimpin Bumi Denbukit ini. “Kami ingin lebih banyak muncul wirausaha-wirausaha muda di Buleleng. Ini lebih menjanjikan dan membuka lapangan kerja, sehingga pengangguran berkurang,” katanya.
Selain itu, pihaknya akan berusaha mengintegrasikan sektor pertanian, UMKM dan pariwisata. Nantinya hasil pertanian bisa diolah menjadi produk. Di sana akan lahir pengusaha-pengusaha UMKM di desa. Dan hasil olahan pertanian itu, nanti diusahakan untuk terserap ke hotel-hotel di Buleleng. “Jadi dengan terintegrasinya ketiga sektor ini tentu akan mempercepat pertumbuhan ekonomi Buleleng,” tandas Supit. (bs)

