Kain Kecil Berwarna Putih Itu Selalu Dibawa De Gadjah Saat Kampanye

GUNAWAN beli benang. Gundul menawan pasti menang”. Itulah pantun singkat yang disampaikan Calon Gubernur Bali, Made Muliawan Arya, saat berkampanye di Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Jumat (11/10/2024). Massa menyambutnya dengan teriakan “Cakeeep“.   

De Gadjah, demikian sapaan akrab Made Muliawan Arya, melaksanakan kampanye bersama pasangannya, Calon Wakil Gubernur Bali, Putu Agus Suradnyana (PAS). Juga ikut dalam kampanye tersebut Calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sugawa Korry dan Gede Suardana.

Dan lihatlah, saat di atas panggung, De Gadjah selalu membawa dan memegang kain kecil berwarna putih itu. Tiap saat, ia mengusapkannya ke kepalanya yang plontos tersebut. Atau sesekali mengusap wajahnya dengan kain kecil berwarna putih itu. 

“Mohon maaf ini benda penting bagi saya (sambil mengambil kain kecil berwarna putih dan mengelapkan ke kepalanya yang basah oleh keringat),” kata De Gadjah dalam suatu kesempatan.

Dengan setengah bergurau, De Gadjah mengatakan, ‘hutannya gundul, air bisa masuk ke bawah kalau tidak dilap’. Kontan hadirin tergelak.

Ya kain kecil berwarna putih seukuran sapu tangan tersebut selalu menemani De Gadjah, terutama dalam kesibukannya keliling Bali untuk berkampanye. Di mana pun, dalam situasi apapun, terutama dalam kegiatan yang membutuhkan mobilitas tinggi kain kecil berwarna putih itu selalu dibawa atau dipegang oleh De Gadjah.

Misalnya, saat berkampanye di Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt tersebut. Seperti biasanya, De Gadjah tidak selalu ada di atas panggung. Usai orasi sebentar dan mikropon diserahkan kepada PAS atau Sugawa Korry, ia segera turun panggung menemui para pendukungnya. Ya kakek-kakek, ya nenek-nenek, yang bapak-bapak, ya ibu-ibu, terutama mereka dari kalangan milenial didatangi oleh De Gadjah.

Ada yang salaman, ada yang sekadar menyapa, dan yang paling banyak yang ingin atau minta foto bareng. Tak pelak, De Gadjah selalu dikerumuni massa. Dan tentu saja ia kegerahan. Keringat pun terus bercucuran. Termasuk dari kepala dan wajahnya. Segera ia mengelap wajah dan kepala plontosnya dengan kain kecil berwarna putih tersebut.

Tak hanya satu tersedia kain kecil berwarna putih tersebut. Entah berapa yang disiapkan oleh stafnya. Ketika kain kecil berwarna putih sudah basah sekali, karena berkali-kali digunakan untuk mengusap keringat, stafnya segera menyodorkan kain pengganti dan mengambil kain yang sudah basah dari De Gadjah. Stafnya selalu mengikuti De Gadjah ke mana bergerak, sambil siap-siap menyodorkan kain pengganti jika kain yang dipegang De Gadjah sudah sangat basah.

Kepala gundulnya agaknya menjadi sesuatu yang penting bagi De Gadjah. Ia selalu menjadikannya materi kampanye. Ya seperti pantun di awal tulisan ini, “Gunawan beli benang. Gundul menawan pasti menang”.      

Dalam suatu kampanye yang lain De Gadjah juga pernah berpantun, “Ke Bedugul beli menang. Si gundul pasti menang”. De Gadjah juga pernah memperkenalkan dirinya seperti ini, “Kalau ibu-ibu sering lihat di baliho atau media sosial, orangnya gede, gundul, brewok tipis-tipis pakai manis sedikit, itulah saya De Gadjah”.

Jadi, gundul menjadi penting bagi De Gadjah untuk selalu disosialisasikan. Karena memang hanya De Gadjah yang berkepala gundul di antara calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali yang bertarung pada Pilkada Bali 2024.Dan tentu saja, menjadi penting juga untuk selalu menjaga kebersihan dan ‘keindahan’ kepala gundul tersebut. Agar tak dirusak keringat. Agar selalu terlihat mengkilap. Itulah juga pentingnya kain kecil berwarna putih untuk selalu dibawa. Kayaknya begitu, ya kan? Tabik. (yum)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *